Nusantara
Kemenhub Siapkan 130 Armada Untuk Atlet ASEAN Para Games XI Solo

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub mengecek kesiapan armada bus untuk APG. (Foto: istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan 130 bus khusus untuk atlet disabilitas yang akan bertanding di ASEAN Para Games (APG) XI Solo.
Bus yang disiapkan tersebut dirancang untuk ramah difabel. Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kemenhub, Hendro Sugiatno di sela-sela meninjau kesiapan Terminal Tirtonadi Solo menyambut APG XI, Senin (11/7/2022) sore.
“Ini untuk mengecek kesiapan transportasi untuk acara APG. Mudah-mudahan semua bisa tercukupi dan berjalan baik,” jelasnya.
Hendro mengatakan 130 armada bus untuk APG tersebut akan mulai tiba di Kota Solo tanggal 23 Juli mendatang. Armada tersebut dioperasikan hingga 7 Agustus mendatang.
“Tadi mengecek kesiapan Terminal Tirtonadi dan sudah cukup baik,” katanya.
Armada bus yang disiapkan tersebut beroperasi melayani atlet dan official mulai dari penjemputan di bandara, mengantar ke hotel serta ke venue pertandingan.
“Sejak dari andara dianta jemput, masuk ke hotel, ke acara pembukaan , pertandingan dan closing kita siapkan semuanya untut atlet APG,” jelasnya lagi.
Hendro juga mengatakan untuk armada yang disiapkan semuanya ramah disabilitas.
“Bus kendaraan yang disiapkan ramah disabilitas tadi dicek dibelakang itu contoh busnya, ada rekan atlet disabilitas memberikan saran nanti kita sempurnakan,” katanya lagi.
Dari 130 armada yang disiapkan sebanyak 65 bus dan 65 minibus Hiace ramah disabilitas. Mobil Hiace bisa digunakan untuk atlet kursi roda dengan kapasitas 4 orang.
Selain mengecek kesiapan Terminal Tirtonadi, Dirjen Perhubungan Darat juga mengecek kesiapan venue pertandingan para judo di Tirtonadi Convention Hall.
Menurut Tim Advokasi Disabilitas Pemkot Solo, Sugiyanur mengatakan bus contoh untuk atlet disabilitas tersebut cukup nyaman.
“Nyaman dan roda kursi bisa dikunci sehingga tidak meluncur bila kendaraan goyang. Tapi masih butuh handle, sehingga bus belok dan goyang bisa berpegangan,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo, Hari Prihatno mengatakan pihaknya masih menghitung kebutuhan armada. Termasuk menyediakan cadangan.
“Kita ada Batik Solo Trans (BST) dari koridor 34 tapi itu hanya 2 sampai 4 armada saja. Yang jelas kita masih hitung untuk transportasi. Termasuk hitungan waktu teknis menaikkan dan menurunkan atlet karena diperkirakan bisa 10 menitan per atlet kursi roda dari simulasi,” pungkasnya. ***













