Nusantara
Tiga Warung Pecel Lele Di Malioboro Ditutup Karena Harga Jualan Tidak Wajar

Foto: Wikipedia
FaktualID – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memutuskan untuk menutup sementara tiga warung pecel lele di Jalan Perwakilan, Malioboro yang terindikasi memberikan harga tidak wajar.
Keputusan itu terkait imbas viralnya video keluhan wisatawan terkait harga pecel lele di kawasan Malioboro yang dinilai tidak wajar.
“Ketiga warung pecel lele tersebut terindikasi melakukan praktik penjualan dengan cara yang sama seperti yang dimaksud oleh wisatawan, termasuk harga yang dimaksud,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi usai meninjau kawasan Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (29/5/2021).
Selain menutup sementara ketiga warung pecel lele tersebut, pemerintah daerah juga akan memanggil pemilik ketiga warung tersebut untuk dimintai klarifikasi dan keterangan pada Senin (31/5).
Menurut dia, tindakan lebih lanjut yang akan diberikan kepada ketiga warung pecel lele tersebut akan diputuskan usai mendengar dan melakukan kajian atas klarifikasi dari pemilik warung pecel lele.
Sanksi terberat yang bisa diberikan kepada pemilik warung pecel lele adalah mencabut izin berjualan. Sanksi tersebut sudah sesuai dengan kesepakatan awal yang menjadi komitmen bersama dengan pedagang di kawasan utama wisata di Kota Yogyakarta tersebut.
Sebelumnya Heroe berharap agar kasus tersebut dijadikan sebagai pembelajaran berharga bagi seluruh komunitas di kawasan Malioboro untuk meningkatkan pelayanan kepada wisatawan.
“Salah satunya adalah bagaimana melayani dan berkomunikasi dengan wisatawan,” katanya seperti dilansir AntaraNews.
Cantumkan Harga
Pemkot Yogyakarta meminta PKL di Malioboro, khususnya pedagang kuliner, untuk mencantumkan harga makanan yang dijual secara jelas dan tidak menjebak konsumen.
“Yang dipahami wisatawan atau konsumen saat membeli makanan adalah makanan dalam satu paket lengkap. Misalnya membeli pecel lele, tentu yang diharapkan sudah komplit dengan nasi, lalapan, dan sambal,” kata Heroe Poerwadi.
Oleh karenanya, lanjut Heroe, harga yang dicantumkan dalam menu makanan yang dijual oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Malioboro sudah seharusnya dibuat dalam satu paket menu makanan lengkap.
“Pedagang tetap bisa menawarkan ke pembeli jika menginginkan tambahan lele atau lauk lain, tambahan lalapan, sambal, atau nasi, tentu diberi harga sendiri,” katanya.
Menurut dia, masukan tersebut ditujukan sebagai upaya untuk meningkatkan dan memperbaiki pelayanan kepada wisatawan atau konsumen di kawasan Malioboro terlebih usai viralnya aduan wisatawan terhadap harga pecel lele yang dinilai cukup mahal dan tidak wajar.
Bagi wisatawan yang memperoleh pengalaman tidak menyenangkan selama berwisata di kawasan Malioboro bisa langsung menyampaikan aduan ke Jogoboro atau petugas keamanan di kawasan tersebut.
“Petugas Jogoboro berjaga 24 jam di Malioboro. Mereka bisa membantu jika ada permasalahan, termasuk jika ada PKL yang memberikan harga tidak wajar,” katanya.
Nantinya, kata dia, di tiap gerbang yang berada di tiap zona di kawasan Malioboro akan ditempel informasi mengenai layanan pengaduan. “Petugas di gate juga bisa melayani jika ada pengaduan,” katanya. ***