Connect with us

Nusantara

Sambut Imlek, Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung Ganti Baju Dewi Penguasa Laut

Diterbitkan

pada

Pengurus memasangkan mahkota di kepala Dewa Mak Co saat ritual memandikan dan mengganti pakaian 17 dewa di Klenteng Tjoe Tik Kiong, Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (23/1/2022). (Antaranews.com)

FAKTUAL-INDONESIA: Klenteng Tjoe Tik Kiong di Tulungagung, Jawa Timur melakukan ritual khusus menyambut Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 2573 jatuh atau pada Selasa (01/02/2022).

Minggu (23/01/2022) pagi menjelang siang, Mak Co, dewa utama di Klenteng Tjoe Tik Kiong dimandikan dalam sebuah ritual ganti baju menyambut  Imlek.

Prosesi pemandian dan penggantian baju ini dilakukan tertutup, melibatkan sejumlah bio ma (pelayan) klenteng yang terletak di tengah jantung Kota Tulungagung, Jawa Timur.

Bagi warga Tionghoa yang merupakan penganut Tri Dharma di wilayah Tulungagung dan sekitarnya, Mak Co diidentikkan sebagai dewa penguasa laut yang menjadi penguasa di klenteng tersebut.

Karenanya patung Mak Co dibuat paling besar di banding yang lain, dan menempati singgasana di altar utama persembahyangan yang ada di dalam klenteng.

Advertisement

“Sebagai dewa perempuan, Yang Mulia maunya dimandikan oleh perempuan yang belum/tidak bersuami. Bisa perawan bisa janda, pokoknya yang tidak bersuami,” terang
Bio Ma Kelenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung, Rini Setyawati

Ritual ganti baju dewa tidak selalu diberlakukan setiap klenteng, seperti selama ini ditradisikan di Klenteng Tjoe Tik Kiong. Alasannya, pakemnya berbeda-beda. Selain itu juga atas permintaan dewa.

“Baju yang sebelumnya berwarna kuning diganti dengan warna merah. Warna merah identik dengan Imlek. Warna yang melambangkan kebahagiaan,” kata Jin Jin.

Ritual baru dibuka setelah prosesi memandikan selesai, dan Mak Co pun dipasangi baju kebesaran dewa dengan corak dominan merah.

Setelah itu, ruang utama klenteng yang semula tertutup pun dibuka. Ritual dilanjutkan dengan membersihkan 17 patung dewa lain yang ada di Klenteng Tjoe Tik Kiong.

Advertisement

Setelah penggantian baju ini, Klenteng Tjoe Tik Kiong tinggal melaksanakan sembahyang dewa naik dan ayak abu.

Sembahyang dewa naik dilaksanakan pada 26 Januari, disusul ayak abu sehari kemudian. Sembahyang dewa naik adalah kenaikan Dewa Dapur atau Dewa Cao Kun Kong.

Sang dewa naik membawa catatan manusia selama satu tahun, meliputi perbuatan baik dan buruk.

“Ayak abu ini mengayak abu hio dari depan sampai belakang. Supaya saat Imlek nanti tidak ada benda-benda lain di dalamnya,” tutur Jin Jin dilansir antaranews.com.

Pasang Lampion

Advertisement

Sehari sebelumnya, Sabtu (22/01/2022) siang , sejumlah pengurus Klenteng Tjoe Tik Kiong tampak sibuk dengan tugas masing-masing mempersiapkan aneka ornamen untuk merias tampilan mulai altar serta sekitaran bangunan peribadatan umat Tri Darma itu.

Itu dilakukan agar terlihat lebih semarak menyambut puncak Tahun Baru Imlek.

Ada yang sibuk membersihkan lampu-lampu hias di atas altar dewa utama, merangkai lampion bersusun, memasang boneka kertas bergambar macan/harimau di dua daun pintu masuk altar, serta ada juga yang mencatat administrasi serta laporan kerja harian.

Suasana klenteng tidak banyak berubah dibanding hari biasa. Yang membedakan hanya banyak lampion bersusun dipasang di hampir seluruh bangunan hingga pelataran dan sekitar pintu masuk.

“Persiapan bertahap. Sekarang kami fokuskan memasang lampion-lampion,” kata Rini Setyawati atau Tjio Jin Jin.

Advertisement

Total ada 200 lampion yang akan dipasang. Benda-benda gantung yang nantinya dihubungkan dengan aliran listrik itu menjadi salah satu ciri khas dari perayaan Imlek. Selain juga barongsai, pembagian angpao, dan lainnya.

Imlek tahun ini memasuki tahun ke 2573 penanggalan China, dengan shio Macan Air.

Rini mengatakan, Imlek tahun ini akan mengambil tema sederhana lantaran masih dalam kondisi pandemi.

“Kami tidak ada sembahyang bersama, nanti sembahyang perseorangan,” jelasnya.

Jumlah jemaat Klenteng Tjoe Tik Kiong selain dari Tulungagung juga berasal dari luar kota, yakni dari Blitar dan Trenggalek.

Advertisement

Jemaat dari Trenggalek lantaran di Trenggalek tidak ada klenteng. Sedang dari Blitar lantaran Klenteng Poo An Kiong terbakar habis pada 22 November 2021 lalu.

“Dari Klenteng Blitar kemarin sekitar 10 orang yang sembahyang di sini,” katanya.

Selama pandemi ini, ritual yang dilakukan selama Imlek adalah cisuak (buang sial).

Dalam kepercayaan umat Tionghoa, ada empat shio yang mengalami kesialan atau ciong, yaitu shio macan, babi, monyet dan ular.

“Bagi mereka yang kena ciong, itu buang sial (cisuak),” katanya.

Advertisement

Sedang shio yang diprediksi bakal mengangguk rejeki melimpah adalah shio naga. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement