Nusantara

Pemkab Bangkalan Gelar Vaksinasi Covid-19 Massal

Published

on

Foto ilustrasi: Istimewa

FAKTUALid – Pemkab Bangkalan menggelar vaksinasi massal untuk menekan penyebaran kasus Covid-19 yang sedang menerjang wilayah tersebut. Program vaksinasi massal yang menyasar 1.750 orang dari berbagai kecamatan itu digelar mulai Sabtu (12/6/2021) pagi pukul 08.00 WIB di Pendapa Kratanu, Kantor Pemkab Bangkalan.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Sudiyo, pihaknya melibatkan delapan orang tim kesehatan dari Kodam dan dua orang tim kesehatan dari Dinas Kesehatan. “Jadi totalnya ada 10 tim vaksinator yang melaksanakan kegiatan ini,” katanya, Sabtu (12/6/2021).

Untuk mencegah terjadinya kerumunan, sudah ada pengaturan jam kedatangan warga sasaran vaksinasi. Pihaknya sudah mengatur agar setiap tim vaksinator bisa menangani sekitar 200-an orang.

Meski angka kasus Covid-19 di Bangkalan belakangan melonjak pesat, tapi ternyata masih banyak warga yang enggan divaksin. Bahkan Pemkab Bangkalan terpaksa menyediakan 1 ton paket sembako yang akan dibagikan kepada warganya yang bersedia divaksin.

Menurut Sekda Kabupaten Bangkalan, Taufan Zairinsjyah, warga Bangkalan yang bersedia divaksin akan mendapatkan 5 kilogram beras dan sejumlah paket sembako lainnya. “Ini sebagai langkah kami, strategi dan upaya kepada masyarakat agar mau divaksin,” ujarnya.

Advertisement

Selain diberikan kepada masyarakat penerima vaksin, paket sembako juga akan diberikan kepada masyarakat yang mau di tes swab PCR. Pihaknya meminta para tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk ikut membantu menyampaikan kepada masyarakat bahwa vaksinasi itu penting untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Pemkab Bangkalan sendiri mengaku kesulitan melakukan tracing untuk mendeteksi penyebaran Covid-19 di wilayahnya. Warga yang sudah dibujuk dengan berbagai cara termasuk dengan iming-iming sembako, sebagian besar masih saja menolak dilakukan tes swab

Menurut Sudiyo, masyarakat sangat ketakutan biasa kalau terdeteksi positif Covid-19, terutama mereka yang masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). Mereka lebih memilih mendiagnosa dirinya sendiri, karena mempersoalkan harga diri ketika dinyatakan positif Covid-19.

Sementara, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih, menjelaskan bahwa situasi Bangkalan saat ini tidak bisa didekati dengan pola-pola seperti daerah di luar Madura. “Situasinya sekarang mereka susah untuk di swab, tidak mau dirujuk. Gimana caranya tracing bisa diterima,” ujarnya.(Akbar Surya)***

Advertisement

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version