Nusantara
Pasar “Sunday Morning” Di Sekitar Kampus UGM Masih Belum Dibuka Untuk Hindari Covid-19

Foto ilustrasi: Suasana di Pasar Sunday Morning sebelum pandemi Covid-19 merebak. (Istimewa)
FaktualID – Pihak Universitas Gajah Mada (UGM) memutuskan untuk belum membuka kembali aktivitas jual beli di Pasar Minggu atau yang dikenal dengan Sunday Morning (Sunmor) yang biasanya digelar di sekitar kawasan kampus universitas terkemuka Indonesia itu di Bulaksumur, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) guna mencegah risiko penyebaran Covid-19.
Kebijakan itu diambil karena pertimbangan kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan. Demikian halnya di Kabupaten Sleman, DIY terus terjadi kenaikan kasus Covid-19. Bahkan, Satgas Covid-19 mencatat Sleman menjadi salah satu dari tujuh kabupaten/kota di Indonesia yang hingga kini masih berzona merah dan didorong segera melakukan perbaikan dalam penanganan Covid-19.
Kaster baru terus bermunculan di wilayah Sleman, termasuk klaster pasar. Pasar menjadi tempat yang cukup berisiko menyebarkan virus corona karena adanya kerumunan warga dalam aktivitas jual beli di dalamnya.
Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Dr. Iva Ariani, menyampaikan bahwa kebijakan belum dibukanya kembali aktivitas jual beli di Pasar Sunday Morning itu diambil mengingat kondisi penyebaran Covid-19 yang masih cukup tinggi di wilayah Sleman.
“Memperhatikan kasus penularan Covid-19 yang masih terus terjadi maka demi keamanan dan keselamatan bersama maka untuk saat ini aktivitas jual beli di Sunday Morning belum diizinkan untuk dibuka kembali,” paparnya, Jumat (28/5/2021).
Sementara Sekdir Direktorat Aset UGM, Edi Prasetyo, S.T., M.Eng., menjelaskan kebijakan tersebut disampaikan sekaligus menanggapi surat yang dilayangkan oleh Perkumpulan Pedagang Sunday Morning tanggal 20 Mei 2021. Dalam surat tersebut disampaikan permohonan untuk mengaktifkan kembali Sunmor pada tanggal 23 Mei dan atau 30 Mei 2021 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.
Merespons permohonan tersebut, UGM telah menyampaikan surat balasan tertanggal 25 Mei 2021. Melalui surat tersebut UGM belum memberikan izin pembukaan kembali Sunmor karena laju penyebaran Covid-19 di Sleman masih tinggi.
“Harapannya keputusan ini bisa dimaklumi dan diterima oleh para pedagang di Sunmor sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus corona yang berpeluang terjadi melalui kerumunan saat aktivitas jual beli di Sunmor,” tuturnya seperti dilansir laman resmi UGM.
Seperti diketahui kerumunan warga termasuk saat melakukan aktivitas jual beli di pasar menjadi tempat yang rawan terjadinya penyebaran virus Corona bahkan berpotensi memunculkan klaster baru Covid-19.
Sejumlah pasar tradisional di tanah air pun telah menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Ratusan pedagang di berbagai daerah dinyatakan terinfeksi virus corona. Dari Jakarta saja misalnya, data Satgas Covid-19 menunjukkan ada sebanyak 107 klaster pasar. Klaster pasar pun juga banyak bermunculan dari sejumlah pasar tradisional di wilayah DIY, termasuk Sleman.
Pasar Sunday Morning di Bulaksumur, Yogyakarta sendiri adalah kegiatan sejenis bazzar yang selalu diadakan pada hari Minggu mulai dari pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.
Pasar ini memang menjadi salah satu daya tarik masyarakat Kota Yogyakarta di hari minggu pagi. Bukan cuma mahasiswa, melainkan seluruh masyarakat Kota Yogyakarta turut hadir untuk sekedar melihat-lihat atau bahkan membeli barang yang diinginkan.
Jumlah pedagang di Pasar Sunday Morning sendiri mencapai ratusan hingga ribuan. Mereka berjualan berbagai ‘godaan’ menarik buat pengunjung. Tidak hanya terdapat ratusan pedagang makanan dan minuman namun pengunjung bisa menemukan pedagang pakaian dan cinderamata yang unik-unik dan hanya dapat ditemui di Sunmor. ***