Connect with us

Nusantara

Waiting List Panjang, Daftar Sekarang Sekarang Baru Diberangkat 33 Tahun Kemudian

Diterbitkan

pada

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau pemberangkatan perdana ibadah umroh dari Bandara Internasional Juanda. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Kaum muslim Jawa Timur menyambut gembira kebijakan pencabutan aturan pembatasan Covid-19 di Arab Saudi. Meski demikian, mereka tetap harus bersabar mengantri selama 33 tahun untuk berangkat haji kalau baru mendaftar sekarang.

Menurut Kasi Pembinaan Haji dan Umrah Kemenag Jatim, Abdul Haris, kebijakan pembatasan haji selama 2 tahun terakhir akibat pandemi Covid-19, kian menambah panjang masa tunggu untuk berangkat haji. “Klaau mendaftar sekarang, berangkatnya ya tahun 2054,” ujarnya, Selasa (15/3/2022).

Saat ini di Jawa Timur jumlah pendaftar haji yang berstatus waiting list sudah menyentuh angka 1.100.000 orang. Pendaftar yang sudah melakukan pelunasan dan mengalami penundaan sejak tahun 2020, akan menjadi prioritas untuk diberangkatkan tahun ini.

Pihaknya memperkirakan akan ada 33 ribu orang yang akan berangkat dan untuk administrasi seperti vaksin dan sebagainya sudah dipenuhi oleh para calon jemaah. Mereka juga sudah diminta untuk melengkapi kelengkapan lain seperti paspor, melalui pelayanan di kabupaten/kota masing-masing. Apalagi, untuk paspor yang sudah habis masa berlakunya (expired).

Sedangkan untuk jemaah yang sakit atau meninggal dunia, kuota itu bisa dilimpahkan ke ahli waris berdasarkan peraturan yang berlaku. “Jadi yang berhalangan tetap karena sakit berkepanjangan atau meninggal, bisa dilimpahkan ke ahli waris sesuai Undang-undang adalah suami, istri, dan saudara kandung,” ujarnya.

Advertisement

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak meninjau pemberangkatan perdana ibadah umroh dari Bandara Internasional Juanda ke Madinah tanpa transit (direct), Senin (14/3/2022) lalu. Penerbangan ini membawa sebanyak 392 penumpang atau jamaah ibadah umroh asal Jawa Timur.

Seiring dengan dilakukannya penerbangan perdana hari ini, otomatis pembukaan perjalanan ibadah haji bisa dilangsungkan juga tahun ini. Namun, keoptimisan tersebut harus didukung dengan penerapan protokol kesehatan dan percepatan vaksinasi harus terus menerus dilakukan.

Menurt Wagub Emil, dibukanya penerbangan perjalanan luar negeri non Pekerja Migran Indonesia (PMI) adalah hasil jerih payah dan kerjasama berbagai pihak. “Saya dan Ibu Gubernur mengucapkan terima kasih banyak atas kerja sama semua pihak. Baik dari Kemenag, Lanudal, Amphuri dan seluruh pihak yang terlibat dalam penerbangan perdana umroh ini,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Emil pun juga berkesempatan tegur sapa bersama para jamaah umroh yang sudah berada di dalam pesawat. Riuh, para penumpang menyambut kehadiran Wagub termuda di Jatim ini. “Sehat-sehat semuanya nggih. Semoga sampai dengan selamat dan ibadahnya dilancarkan Allah SWT,” sapanya.

Dalam penerbangan tersebut, ada beberapa penumpang yang bukan berasal dari Jatim. Emil sempat menanyakan kepada seluruh penumpang. Ada beberapa penumpang asal Medan, ada yang dari Depok, dan ada yang dari Ternate. Fakta ini, kata Emil, membuktikan bahwa penerbangan ibadah umroh asal Jatim masih diminati masyarakat secara nasional.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement