Nusantara
Pintu Masuk ke Surabaya di Bundaran waru, Ditutup Total

Foto: Istimewa
FAKTUALid – Pintu masuk ke Surabaya dari arah selatan di Cito Bundaran Waru Surabaya ditutup total mulai Rabu (7/7/2021) hari ini. Penutupan secara mendadak untuk mengendalikan mobilitas penduduk itu, memicu kemacetan di sejumlah jalan alternatif dari arah Sidoarjo menuju Surabaya.
Salah seorang warga di sekitar kawasan Menanggal, Sukamto (46) menyebut jalan tembus yang biasanya cenderung sepi, hari ini dijubeli banyak kendaraan. “Jalan tembus dari Menanggal ke arah Terminal Purabaya ini bisanya sepi, tapi kali ini nyaris tak bisa bergerak, karena hampir semua kendaraan masuk sini,’ ujarnya, Rabu (7/7/2021) siang.
Penutupan total arah menuju Surabaya ini dilakukan karena berdasarkan hasil evaluasi selama lima hari pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, mobilitas masyarakat yang masuk ke dalam Kota Surabaya tidak turun signifikan.
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta menjelaskan syarat bagi masyarakat atau pekerja agar bisa tetap melintasi kawasan tersebut. “Mereka wajib melengkapi dengan surat ijin atau surat keterangan dari kantornya. Yang di bidang esensial ataupun kritikal. Jadi sementara yang di luar itu semua tutup dulu,” kata Kapolda Jatim.
Ia menjelaskan, pengusaha yang masuk kriteria esesial dan kritikal harus memanggil karyawannya memberitahukan untuk melengkapi dokumennya. Seperti surat keterangan bekerja dari perusahaan, surat hasil negatif swab antigen agar bisa masuk ke Surabaya.
Kalau tidak ada membawa persyaratan tersebut, pengendara dipastikan tidak akan bisa melintasi kawasan tersebut. Kita harus tegakkan aturan supaya menyelamatkan masyarakat,” ujarnya.
Pihaknya meminta para perusahaan katagori esensial dan kritikal untuk mengatur jam waktu masuk karyawan untuk tidak bersamaan. Pengusaha atau perusahaan sektor esensial dan kritikal, jam masuk kerjanya juga diminta agar diatur dengan perusahaan yang lain.
Misalnya jam tujuh, jam delapan, jam sembilan atau jam sepuluh. Pihaknya akan akan berkordinasi dengan Sekda Provinsi terkait surat keterangan serta pengarahan kepada seluruh pengusaha. Kapolda berharap agar seluruh masyarakat Jawa Timur mematuhi aturan yang sudah ditetapkan pemerintah.
Dia meminta warga agar selama beberapa hari ke depan, tetap tinggal di rumah tidak bepergian kemana-mana. “Jangan malah mencari celah jalan, terkesan kucing-kucingan dengan petugas. Semua demi keselamatan kita bersama. Semoga angka aktif Covid-19 dapat menurun dan ekonomi Jawa Timur kembali bangkit,” ujarnya.***