Nasional
5 Tradisi Unik Orang Madura Saat Lebaran, Salah Satunya Makan Ketupat Hari Ke-7 Lebaran

Ul-Daul (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Setiap daerah di Indonesia tentu memiliki tradisi unik masing-masing, seperti Madura. Wilayah di Jawa Timur ini diketahui punya kebiasaan unik merayakan Lebaran. Salah satu tradisi orang Madura saat Lebaran adalah tidak menyantap ketupat bukan di hari raya.
Ketika mendengar hal itu mungkin agak aneh bagi sebagian orang. Pasalnya, para umat muslim akan makan sajian ketupat saat di Hari Raya Idul Fitri setelah pulang sholat Ied dan silaturahmi. Selain itu, ada tradisi orang Madura saat Lebaran lainnya yang unik dan jarang diketahui.
Baca juga: 7 Tradisi Imlek di Indonesia yang Tentunya Unik
Berikut beberapa tradisi orang Madura saat lebaran yang unik, yang telah faktualid.com dari idntimes, detik, dan sampang.web.id.
Daftar isi
1. Makan ketupat bukan di Hari Raya Idul Fitri
Ilustrasi ketupat (Foto: Istimewa)
Tradisi orang Madura saat lebaran yang unik, yang pertama yaitu tidak makan ketupat saat hari H lebaran. Ketupat merupakan makanan yang biasa dimakan saat lebaran untuk menambah suasana ketika berkumpul dengan keluarga.
Melansir detik, berbeda dengan masyarakat umum, warga Madura akan menyantapnya ketika memasuki hari ke-7 setelah Idul Fitri. Hari itu lebih akrab disebut Lebaran Ketupat. Momen Lebaran Ketupat terbilang lebih meriah dibandingkan lebaran saat hari H bagi warga Madura.
Masyarakat Madura akan memasak ketupat beserta lauk pauknya, kemudian bersantap bersama keluarga besar. Lebaran Ketupat juga menjadi simbol kemenangan setelah menjalani puasa sebulan penuh ditambah puasa Syawal selama 6 hari setelah Lebaran.
2. Mengantarkan makanan kepada para tetangga
Tradisi ter-ater (Foto: Istimewa)
Warga Indonesia terkenal dengan keramahtamahan dan kekeluargaan. Terlebih, kebiasaan tersebut akan makin terasa ketika Lebaran. Tak terkecuali masyarakat Madura. Tradisi orang Madura saat lebaran adalah mengantarkan makanan kepada para tetangga atau populer dengan ter-ater.
Tradisi ini dilakukan tak hanya Idulfitri, namun juga pada hari-hari tertentu juga. Yang lebih uniknya, mereka akan menyembelih ayam atau bebek sendiri. Hingga saat ini, kebiasaan ini masih kerap dilakukan oleh para warganya untuk mempererat tali silaturahmi antar tetangga meski ada pandemi Covid-19.
3. Tradisi Toron
Tradisi Toron (Foto: Antara)
Tradisi orang Madura saat Lebaran berikutnya yaitu toron atau pulang kampung. Sebenarnya ini sama saja dengan mudik, namun orang Madura menyebutnya toron. Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti turun.
Warganya akan mewajibkan toron dilakukan saat Idulfitri supaya dapat berkumpul kembali dengan keluarga di Pulau Madura. Tak hanya saat momen Lebaran, toron juga dilakukan ketika Iduladha dan Maulid Nabi.
Baca juga: Tradisi Pacuan Kuda Tradisional; Menteri PPPA Minta Hentikan Eksploitasi Joki Anak di Bima
4. Berkunjung ke rumah tokoh agama
Ilustrasi Tradisi Nyabis (Foto: Istimewa)
Selain toron, tradisi orang Madura saat lebaran yang unik lainnya adalah nyabis atau berkunjung ke rumah tokok agama. Sebagai negara yang mayoritasnya beragama Islam, tentu masyarakat Indonesia cukup religius. Hal itu juga terjadi pada warga Madura karena sejak kecil sudah dibekali ilmu agama.
Karena itu, tokoh agama dan kyai mempunyai peran penting dan dijunjung tinggi. Tidak lupa diri, para warga akan nyabis atau bersilaturahmi dengan tokoh agama ketika Idul Fitri. Kebiasaan ini merupakan hal wajib yang tidak boleh diterlewatkan.
Terkadang, para masyarakat akan datang ke tokoh agama dengan tujuan tertentu, seperti meminta pendapat atau nasihat terkait pekerjaan atau rencana yang akan mereka lakukan ke depannya. Lebih mudahnya, meminta doa dan restu.
5. Pelaksaan festival daul
Ul-Daul (Foto: Istimewa)
Tradisi orang Madura saat lebaran yang unik, yang terakhir adalah festival daul atau musik Ul-daul. Dilansir dari sampang.web.id, musik ul-daul merupakan fenomena seni (musik) tradisi yang mulai banyak diminati masyarakat.
Pada prinsipnya, ini dikenal sebagai musik perkusi yang tidak banyak membutuhkan pengalaman musik dalam memainkannya. Fenomena Ul-daul sebenarnya merupakan pengembangan musik Tong-tong, yang sejak awal menjadi musik yang berciri khas Madura yang dimainkan dengan pukulan monoton namun melahirkan irama dinamis sebagaimana musik-musik perkusi umumnya.
Sebelum pandemi, daul menjadi tradisi yang melekat dalam menyambut Idulfitri yang didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah di Pulau Madura. Para warga yang ikut festival ini bisa mendapatkan hadiah sehingga banyak orang mengikuti festival daul ini.
Itulah beberapa tradisi orang Madura saat lebaran yang mungkin berbeda dengan daerah lainnya. Menurut Anda mana tradisi diatas yang paling unik?***
Baca juga: Tradisi “Telanjangi Pengantin” Masih Ada di China