Nasional
CPNS Difabel Mengadu Ke Program KSP Mendengar Di Padang

KSP Mendengar di Padang, Sumatera Barat. (Ist)
FaktualID – Program Kantor Staf Presiden (KSP) Mendengar yang digelar di Padang, Sumatera Barat, Jumat (28/5/2021) menerima banyak pengaduan dari masyarakat. Salah satu di antaranya adalah pengaduan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang diberhentikan karena dia seorang difabel.
Tidak hanya itu, berbagai aduan, masukan, dan kritik disampaikan sejumlah elemen masyarakat Sumatera Barat pada kesempatan tersebut.
Tenaga Ahli Utama Kedeputian V KSP Rumadi Ahmad dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan, berbagai masukan dan kritik disampaikan sejumlah elemen masyarakat Sumatera Barat dalam Program KSP Mendengar tersebut.
“Salah satu aduan disampaikan penyandang disabilitas bernama Alde Maulana yang dihentikan dari CPNS karena status difabel,” kata Ramadi Ahmad.
Terhadap aduan tersebut, Rumadi menyatakan KSP akan segera menindaklanjuti aduan tersebut.
“Ada hal-hal yang kami selesaikan secara cepat, seperti disabilitas CPNS bermasalah dengan BPK itu mungkin bisa kami tindaklanjuti cepat. Pengaduan lainnya yang ada dokumennya pasti akan ditindaklanjuti juga,” lanjut Rumadi.
Tak hanya soal apresiasi dan kritikan terhadap pemerintah, dalam forum KSP Mendengar ini juga muncul sejumlah usulan seperti penetapan pendiri Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) Syeikh Sulaiman ar-Rasuli sebagai pahlawan nasional.
“Terus terang kami iri dengan ulama yang sejaman dengan Syeikh ar-Rasuli yakni Kyai Ahmad Dahlan dan Kyai Hasyim Asyari yang sudah menjadi pahlawan nasional. Peran Syekh ar-Rasuli dalam perjuangan nasional tidak bisa disangsikan lagi,” ujar perwakilan Pemuda Perti Muhammad Arif.
Menurut Rumadi, semua masukan tersebut akan ditindaklanjuti sehingga hubungan komunikasi pemerintah dengan masyarakat itu bisa tersampaikan lebih dekat.
Dikatakan Rumadi, jika tidak ada respons pengaduan masyarakat kepada pemerintah, maka KSP bisa menjadi pintu terakhir pengaduan.
“Pemerintah ingin mendengar langsung masukan dan kritikan dari rakyat di Sumatera Barat. Untuk itu, silakan nanti disampaikan dalam forum ini,” ujarnya.
Adapun sejumlah peserta forum KSP Mendengar ini juga meminta kepada KSP untuk tidak sekadar mendengar namun juga bisa mengeksekusi.
Misalnya persoalan hambatan pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru terkait pembebasan tanah dan persoalan lainnya. Selain itu, kata Rumadi, sejumlah masukan seperti revitalisasi Danau Maninjau akan didalami lebih lanjut.
“Ada sejumlah hal-hal besar seperti revitalisasi Danau Maninjau yang kami butuh penjelasan lebih detail,” tambah Rumadi seperti dilansir Antaranews.
Program KSP Mendengar di Padang, Sumatera Barat berlangsung sejak Selasa (25/5/2021) hingga Jumat (28/5/2021). Selain menggelar forum dengan sejumlah elemen masyarakat, tim KSP juga berkunjung ke Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), Majelis Ulama Indonesia (MUI), PWNU Sumbar, Universitas Negeri Padang, PW Muhammadiyah, Polda Sumbar dan diterima Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy. *