Nasional

Update Korban Banjir Sumatera Barat : 61 Orang Tewas

Published

on

Update Korban Banjir Sumatera Barat : 61 Orang Tewas

Kota Tolok di Sumatera Barat ikut terendam. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Banjir bandang dan longsor akibat siklon tropis Senyar melanda Sumatera Barat, menewaskan 61 orang. Sumatera Barat Barat merupakan bagian daerah dari Sumatera yang alami bencana banjir dan longsor selain Aceh dan Sumatera Utara.

Hingga kini, Tim SAR gabungan masih mengevakuasi korban, sementara jalan terputus, jembatan ambruk, dan akses komunikasi terganggu di sejumlah wilayah terdampak.

Baca Juga : Update Korban Banjir Sumut : 116 Tewas dan 42 Masih Dicari

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan korban meninggal mayoritas berasal dari Kabupaten Agam, dan jumlah ini berpotensi bertambah.

“Korban jiwa 61 orang, terbanyak di Agam. Pencarian masih dilakukan karena banyak warga belum ditemukan,” kata Juru Bicara BPBD Sumatera Barat Ilham Wahab, Jumat (28/11/2025) malam.

Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat setempat. Mereka menembus lokasi terdampak, termasuk daerah perbukitan yang tertimbun longsor. Beberapa kawasan sulit dijangkau karena jalan terputus dan jembatan ambruk.

Advertisement

BNPB menyatakan, helikopter telah dikerahkan untuk menyalurkan logistik, mengevakuasi korban, dan mengirim bantuan darurat ke wilayah terisolasi. Jalur darat di beberapa kabupaten tertutup longsor besar, sementara sejumlah jembatan, termasuk penghubung antar kecamatan di Agam dan Padang Pariaman, ambruk. Kerusakan ini memperlambat evakuasi dan distribusi bantuan.

Baca Juga : Korban Tewas Banjir dan Longsor di Sumatera Utara Capai 62 Jiwa

Gangguan komunikasi juga terjadi akibat listrik padam dan tiang telekomunikasi rusak. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meminta warga tetap waspada dan siap evakuasi mandiri jika hujan deras berlanjut.

Posko darurat telah didirikan di pusat kota hingga kecamatan untuk pengungsian dan laporan orang hilang. Dengan cuaca yang belum stabil dan akses terbatas, jumlah korban diperkirakan masih dapat meningkat.***

Advertisement
Exit mobile version