Nasional
Kuta Bali Diguncang Gempa Berkekuatan M 4.5 pada 10 Januari 2026

Ilustrasi gempa bumi mengguncang Kuta, Bali pada 10 Januari 2026. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Pada Sabtu petang, 10 Januari 2026, gempa dangkal berkekuatan magnitudo (M) 4,5 mengguncang Kuta Selatan, Badung, Bali akibat aktivitas sesar aktif dasar laut dengan mekanisme geser.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa tidak memiliki potensi tsunami.
Baca Juga : Gempa 6,5 SR Landa Meksiko, Patung Malaikat Kemerdekaan dan Bangunan Berguncang, 2 Orang Tewas
Aktivitas sesar aktif di dasar laut memicu gempa tektonik dangkal yang mengguncang wilayah selatan Bali pada Sabtu (10/1/2026) petang. Hasil analisis geologi menunjukkan patahan tersebut bergerak dengan mekanisme geser mendatar atau strike slip.
BMKG mencatat gempa berkekuatan magnitudo 4,5 tersebut terjadi pukul 17.34 Wita. Pusat getaran berada di laut pada kedalaman 34 kilometer, berjarak sekitar 71 kilometer di sebelah barat daya Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
Baca Juga : Gunung Tangkuban Parahu Jawa Barat Alami Peningkatkan Kegempaan Dalam Tiga Hari Terakhir
Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar Cahyo Nugroho menjelaskan, karakteristik gempa ini murni disebabkan oleh dinamika struktur kerak bumi di dasar samudra. “Gempa ini merupakan kategori dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujar Cahyo di Denpasar.
Getaran dirasakan cukup kuat oleh warga di Kuta Selatan, Denpasar, hingga Jembrana. Meski sempat memicu kepanikan sesaat karena kedalamannya yang dangkal, pemodelan matematis BMKG memastikan energi tektonik ini tidak cukup kuat untuk memicu gelombang tsunami.
Baca Juga : 21 Tahun Peringatan Gempa Tsunami Aceh, Doa Bersama di Masjid Baiturrahman
Selang hampir satu jam kemudian, atau pukul 18.21 Wita, terekam satu aktivitas gempa susulan berkekuatan magnitudo 2,5. Getaran kedua ini terpantau lebih dangkal pada kedalaman 10 kilometer dengan titik koordinat yang relatif berdekatan dengan pusat gempa utama.
Kondisi pesisir Bali dilaporkan tetap kondusif pascaguncangan. Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.***