Ibu Kota
Kebakaran Pasar Jiung Lukai Enam Warga, Ratusan Keluarga Mengungsi

Pasar Jiung alami kebakaran hebat pada 1 Juni 2026 malam. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Kebakaran yang melanda kawasan permukiman dan lapak pedagang di Pasar Jiung, Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam. Akibatnya enam warga mengalami luka ringan dan gangguan pernapasan akibat paparan asap. Selain itu, sekitar 400 keluarga terpaksa mengungsi setelah tempat tinggal mereka terdampak kebakaran.
Pasar Jiung sebelumnya di 2024 juga pernah alami kebakaran. Kini peristiwa itu kembali terulang.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara, mengatakan seluruh korban yang mengalami luka maupun sesak napas telah mendapatkan penanganan medis.
“Ada beberapa warga yang dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka ringan dan sesak akibat menghirup asap saat kebakaran terjadi,” ujar Bayu, Senin malam (1/6/2026).
Sementara itu, ratusan keluarga yang terdampak untuk sementara ditempatkan di tenda-tenda pengungsian yang didirikan di lahan kosong tidak jauh dari lokasi kejadian. Pemerintah setempat bersama sejumlah instansi terkait juga mulai menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi.
Petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan dan memadamkan api setelah melakukan upaya pemadaman selama lebih dari dua setengah jam. Puluhan unit mobil pemadam dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api yang melahap sejumlah rumah warga dan lapak perdagangan di kawasan padat penduduk tersebut.
Untuk membantu proses penanganan di lapangan, sebanyak 200 personel kepolisian diterjunkan ke lokasi. Selain melakukan pengamanan, petugas juga membantu proses evakuasi warga dan penyelamatan barang-barang berharga dari rumah maupun kios yang berada di sekitar titik kebakaran.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung mengatakan personel kepolisian disiagakan untuk memastikan proses evakuasi dan penanganan berjalan lancar.
“Sebanyak 200 personel kami kerahkan untuk membantu pengamanan lokasi, mengatur jalur evakuasi, serta membantu warga menyelamatkan barang-barang yang masih dapat diselamatkan,” kata Reynold.
Ia menambahkan kondisi di lokasi saat ini telah kondusif. Namun, aparat masih melakukan penjagaan guna mengantisipasi gangguan keamanan serta mencegah warga memasuki area yang dinilai berbahaya.
Hingga Selasa (2/6/2026), petugas masih melakukan pendataan terhadap jumlah korban, bangunan terdampak, serta kebutuhan para pengungsi. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Kerugian akibat peristiwa tersebut juga belum dapat dipastikan karena proses pendataan dan identifikasi dampak kebakaran masih berlangsung.***














