Ibu Kota

Usia Senja Tak Halangi Rasim Cari Rejeki Jadi Manusia Robot di Jalanan

Published

on

Manusia robot suguhkan hiburan bagi pengguna jalan yang tengah mengalami jalan macet. (Farhanzuhdi)

FAKTUALid – Pemandangan berbeda di kawasan flyover jalan Basuki Rahmat, Jakarta Timur, dimana terdapat sosok ‘manusia’ robot (cosplayer) melakukan aksi untuk mendapatkan iba dari pengguna jalan yang lalu-lalang.

Robot-robot tersebut bukan robot sungguhan melainkan sosok manusia mengenakan kostum layaknya robot atau akrab disebut cosplayer. Mereka melakukan gerakan tak ubahnya mirip robot untuk menyapa dan menghibur para pengguna jalan.

Setahun lebih, pandemi Covid-19 memukul berbagai sendi kehidupan. Namun kehidupan harus terus berjalan, sehingga harus terus ada perjuangan untuk keluar dari situasi buruk akibat pandemi. Pekerjaan apa aja rela dilakoni beberapa seperti cosplayer robot tersebut.

Adalah Rasim (64), salah satu cosplayer yang menggunakan kostum robot di pinggiran terowongan jalan Basuki Rahmat. Dalam melakoni profesi nya tersebut dirinya menggunakan kostum robot berwarna kuning meyerupai tokoh “Bumblebee” di film Transformers.

Pria paruh baya tersebut baru melakoni profesinya sejak 4 bulan lalu. Sebelumnya menjadi cosplayer, dirinya sempat berjualan buah di pasar. Efek pandemi membuat dirinya beralih profesi.

Advertisement

“Dulu saya dagang buah di pasar, karena orang jarang yang datang jadinya pemasukan kurang, buah yang dijual sampe pada busuk” kata Rasim saat ditemui disela kesibukannya menjadi cosplayer.

Rasim menuturkan dirinya tidak malu dengan profesi yang dijalaninya saat ini. Ia beranggapan bahwa profesi yang dilakoninya halal dan tidak merugikan orang lain.

“Malu di Jakarta mah nggak bisa makan. Yang penting kerjaan kita halal dan nggak ngerugiin orang kok,” ujar Rasim.

Dalam mendapatkan kostum cosplayer tersebut, Rasim menceritakan bahwa awalnya sewa. Seiring berjalannya waktu dirinya membeli kostum tersebut dengan cara mencicilnya.

Para cosplayer tersebut biasanya beraktivitas sejak pukul 15.00 WIB hingga malam hari sekitar pukul 20.00 WIB saat jalanan sedang tersumbat macet sehingga kehadirannya banyak dilirik pengguna jalan.

Advertisement

Diakuinya pendapatan menjadi cosplayer tidaklah menentu. “Pendapatan sehari kita mah nggak menentu, kadang Rp 50 ribu ke bawah kadang bisa lebih Rp 100 ribu. Tapi juga malah pernah sehari cuma dapet Rp 2 ribu. Ya tapi gimana kita hanya berharap belas kasihan dari orang dikasih 100 perak pun kita terima” jelas Rasim seraya permisi karena ingin kembali beraksi. (Farhanzuhdi)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version