Ibu Kota

Penghasilan Sempat Anjlok 75 Persen, Bisnis Steam Mobil Merangkak Membaik

Published

on

Salah seorang karyawan steam cuci mobil Juli tengah mencuci mobil salah satu pelanggan. (Farhanzuhdi)

FAKTUALid – Tempat cuci steam di Bilangan Tebet, Jakarta Selatan, mengalami penuruan omset hingga 75 persen saat awal pandemi. Namun perlahan hingga saat ini berangsur membaik dengan omset meningkat sekitar 50 persen, tapi pemilik bisnis ini tetap harus berjuang menghadapai pandemi Covid-19 yang belum usai.

Bisnis cuci steam mobil merupakan salah satu dari banyaknya bisnis yang ada di Jakarta. Cuci steam mobil belakangan kian menjamur seiring bertambah banyaknya pengguna kendaraan roda empat tersebut.

Setidaknya semua itulah yang dialami salah satu pemilik cuci steam mobilnya, Juli (69), yang membuka usahanya di Bilangan Tebet, Jakarta Selatan. Ia menuturkan bahwa pandemi sangat berpengaruh terhadap omset cuci steamnya

Juli mengatakan, biasanya omset masuk dalam sehari mencapai Rp 2,8 juta. Tapi pada saat awal pandemi dalam seharinya hanya Rp 525 ribu hingga Rp 700 ribu.

“Pandemi sih ngaruh banget, pendapatan merosot banget. Sebelum pandemi tuh bisa 80 mobil sekitar Rp 2,8 jutaan perhari, saat awal pandemi paling cuma 15 – 20 mobil per hari, itu juga udah syukur masih ada yang mau cuci mobil” ujar Juli pemilik cuci steam.

Advertisement

Menurut Juli, penurunan omset hingga 75 persen membuatnya harus ‘jungkir balik’ menghadapi pandemi Covid-19. Hanya mungkin, dirinya percaya bahwa semuanya akan berangsur membaik.

“Sekarang sih alhamdulillah udah mendingan, yang tadinya cuma 20 mobil sekarang udah sampe sekitar 50 mobil bahkan kalo weekend bisa 60 lebih mobil,” tutur Juli saat ditemui disela-sela menjalankan bisnisnya dengan melihat karyawannya bekerja.

Juli memulai usahanya sejak tahun 2005 silam disokong oleh kerabat terdekat. Dirinya membuka cuci steam mobil di halaman rumahnya dengan bermodalkan tabungan seadanya.

Menurutnya, kini banyak pilihan cuci steam di sekitar Tebet yang menyebabkan orang-orang memilih mencuci ditempat lain karena alasan malas antri.

“Sekarang juga banyak pilihan cuci mobil di sekitar sini, jadi tuh sekarang orang males ngantri,” kata Juli. “Tapi pelanggan lama kalo ngantri cuma 2-3 mobil masih mau nunggu karena tahun hasil kerja kami cukup membuat puas pelanggan,” imbuhnya. (Farhanzuhdi)

Advertisement

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version