Nasional

Bappenas: Pandemi Covid-19 Sebabkan Pengentasan Kemiskinan Tersendat

Published

on

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Amalia Adininggar. (ist)

FAKTUALid – Pandemi Covid-19 menyebabkan pengentasan kemiskinan tersendat hingga memunculkan ketimpangan semakin meningkat.

Penegasan itu disampaikan Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Amalia Adininggar, di Jakarta, Rabu (4/8/2021).

Menurutnya, sebanyak 4,6 juta orang kembali bekerja di sektor informal dengan produktivitas rendah. “Kalau belajar dari krisis yang lalu, 4,6 juta orang yang masuk ke sektor pertanian saat krisis 1998 ternyata membutuhkan waktu 10 tahun untuk kembali ke tingkat sebelum krisis,” kata Amalia.

Indonesia perlu melakukan perubahan fundamental dengan melakukan redesain transformasi ekonomi. Transformasi ekonomi selanjutnya perlu dilaksanakan secara konsisten agar target Indonesia menjadi negara maju pada 2045 bisa tercapai. Selain itu, Indonesia bisa keluar dari perangkap pendapatan menengah (middle income trap) pada 2036. Namun, ini bisa terjadi jika pandemi Covid-19 tidak menyebar pada 2020.

Dijelaskan Amalia, sebelum pandemi Covid-19 menyebar di dunia, pemerintah telah menyusun dokumen ‘Visi Indonesia 2045’ yang memperkirakan Indonesia bisa keluar dari MIT pada 2036 sampai 2038 apabila pertumbuhan ekonomi mencapai rata-rata 5,7 persen per tahun sepanjang 2015 sampai 2045. ****

Advertisement

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version