Nasional

Resmikan 48 Sekolah Penerima Revitalisasi di Medan, Mendikdasmen Mu’ti Ungkap Tahun 2026 Ada Penambahan 60.000 Satuan Pendidikan

Published

on

Resmikan 48 Sekolah Penerima Revitalisasi di Medan, Mendikdasmen Mu’ti Ungkap Tahun 2026 Ada Penambahan 60.000 Satuan Pendidikan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendidasmen) Abdul Mu’ti saat meresmikan 48 sekolah penerima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 di SMK Negeri 7 Medan, Medan, Sumatra Utara, Minggu (4/1/2026). (Kemendikdasmen)

FAKTUAL INDONESIA: Tahun 2026, pemerintah menyiapkan alokasi APBN untuk melanjutkan revitalisasi terhadap sekitar 11.744 satuan pendidikan. Selain itu, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, ditargetkan penambahan minimal 60.000 satuan pendidikan penerima revitalisasi. Dengan demikian, pada 2026 sedikitnya 71.000 satuan pendidikan akan memperoleh dukungan program revitalisasi.

Selain infrastruktur fisik, pemerintah juga memperkuat kualitas pembelajaran melalui Program Digitalisasi Pembelajaran.

Pada 2025, pemerintah mengalokasikan Rp16,9 triliun untuk revitalisasi dan pembangunan sekolah baru pada 16.171 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Lebih dari 85 persen program revitalisasi tersebut telah rampung dan dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar mengajar.

Baca Juga : Sertifikat Hasil TKA Diterima Siswa 5 Januari 2026, Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Tidak Menentukan Kelulusan Namun …..

Kemudian sepanjang 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah mendistribusikan 288.865 Papan Interaktif Digital (PID) ke satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

“Revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran adalah dua pilar utama transformasi pendidikan nasional. Melalui program ini, kami memastikan sekolah menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” kata  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti ketika meresmikan 48 sekolah penerima bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 di Kota Medan, Minggu (4/1/2026).

Advertisement

Peresmian ini menjadi bagian dari penguatan agenda nasional peningkatan mutu pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia unggul. Program revitalisasi tersebut mencakup jenjang PAUD hingga SMK dan Sekolah Luar Biasa.

Baca Juga : Serahkan Bantuan di SMAN 1 Batang Anai Sumbar, Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Pemulihan Layanan Pendidikan Jadi Prioritas

Dalam arahannya, Abdul Mu’ti menegaskan revitalisasi sekolah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Program ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, layak, dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Secara nasional, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk revitalisasi dan pembangunan 16.171 satuan pendidikan. Hingga akhir 2025, lebih dari 85 persen pekerjaan telah rampung dan mulai dirasakan manfaatnya oleh peserta didik,” ujar Abdul Mu’ti.

Dikutip dari infopublik, di Sumatra Utara, pada 2025 terdapat 897 satuan pendidikan penerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran Rp852,49 miliar yang menjangkau seluruh jenjang pendidikan. Berdasarkan progres pelaksanaan, 39 persen satuan pendidikan telah menyelesaikan revitalisasi (100 persen), 13,8 persen berada pada progres 95–99 persen, sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian.

Baca Juga : Mendikdasmen Mu’ti Tekankan Buku “Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia” Sumber Inspirasi Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Bangsa

Dari jumlah tersebut, 349 sekolah telah selesai sepenuhnya, sementara sisanya ditargetkan rampung pada awal 2026. “Untuk Sumatra Utara, revitalisasi satuan pendidikan terdiri atas 34 PAUD, 400 SD dan 240 SMP. Kemudian 119 SMA, 88 SMK, 11 Sekolah Luar Biasa, dan 5 PKBM,” ujar dia.

Advertisement

Di Sumatra Utara, sebanyak 17.073 PID telah diterima dan akan digunakan mulai semester genap Tahun Ajaran 2025/2026. Sementara di Kota Medan, 2.047 PID telah didistribusikan untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan adaptif.

“Khusus di Kota Medan, bantuan revitalisasi diberikan kepada 48 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp47,41 miliar. Pemerintah menargetkan seluruh proses revitalisasi di Kota Medan selesai paling lambat akhir Januari 2026 agar dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Mendikdasmen. ***

Exit mobile version