Nasional

Menbud Fadli Zon: Pesta Kesenian Bali (PKB) Bagian Penting dari Wajah Kebudayaan Indonesia di Mata Dunia

Published

on

Menbud Fadli Zon: Pesta Kesenian Bali (PKB) Bagian Penting dari Wajah Kebudayaan Indonesia di Mata Dunia

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadlizon (tengah kiri) bersama Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dan Gubenur Bali I Wayan Koster pada acara pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) di Denpasar, Sabtu (21/6/2025)

FAKTUAL INDONESIA: Pesta Kesenian Bali (PKB) bukan sekadar kebanggaan masyarakat Bali namun bagian penting dari wajah kebudayaan Indonesia di mata dunia. Festival budaya terbesar di Bali ini bisa mendapatkan aktualisasi juga daerah lain di Indonesia.

Demikian dikemukakan Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon yang mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam dalam pembukaan pawai PKB di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Renon, Denpasar, Bali.

Dalam PKB 2025, Bali mengambil tema “Jagat Kerthi: Lokahita Samudaya” atau harmoni semesta raya, yang pembukaannya ditandai dengan pemukulan Tambur, Tawa-Tawa, dan Ceng-Ceng oleh Menbud Fadli Zon bersama Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta.

Setelah Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, dan Gubernur Bali Wayan Koster memukul kulkul penanda pawai itu dilepas, kelompok seniman dari ISI Bali tampil pertama membawakan gong dan tarian Siwa Nataraja, diikuti peserta dari kabupaten/kota.

Baca Juga : Apresiasi Balinale, Menbud Fadli Zon Tegaskan Indonesia Perlu Punya Power di Bidang Budaya

Dalam kesempatan itu, Menbud Fadli Zon juga menyampaikan salam dari Presiden Prabowo kepada masyarakat Bali sebab berhalangan hadir.

Advertisement

“Bapak Presiden Prabowo Subianto memang sedang berada dalam kunjungan kerja di luar negeri menghadiri konferensi dan tahun depan mudah-mudahan bisa membuka PKB ke-48,” ucapnya.

Menbdu pertama ini merasa terhormat hadir membuka PKB yang sudah berlangsung rutin sejak 1978. Menurut dia, hal ini bukan sekadar kebanggaan masyarakat Bali, namun bagian penting dari wajah kebudayaan Indonesia di mata dunia.

“Saya tadi melihat pawai luar biasa dari seluruh kabupaten/kota dan kita menyaksikan pertunjukan luar bisa dari masing-masing, itu pencapaian sangat tinggi dalam seni budaya, apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemda Bali atas konsistensinya menyelenggarakan PKB dan telah menjadi tradisi tahunan hingga saat ini ke-47,” ujar dia.

Dalam upaya pemajuan kebudayaan ini, Bali dinilai tidak hanya menjadikan budaya warisan statis, melainkan kekuatan dinamis yang terus hidup, berkembang, memberi identitas bagi masyarakat Bali.

“Tadi Pak Gubernur mengatakan mungkin DNA-nya orang Bali adalah budaya, saya kira ini benar sekali,” kata dia.

Advertisement

Ia berharap, festival budaya terbesar di Bali ini mendapatkan aktualisasi juga daerah lain di Indonesia.

Ia optimistis kekayaan yang sama tersebar di masing-masing daerah.

“Saya sampaikan harapan besar kepada daerah-daerah lain di seluruh Indonesia untuk mengembangkan inisiatif serupa dan menyelenggarakan kegiatan kebudayaan yang lahir dari kekhasan lokal masing-masing, karena pada hakikatnya Indonesia dibangun dari keberagaman budaya daerah yang bersatu dalam semangat kebangsaan,” ujarnya.

Baca Juga : Borobudur jadi Pusat Spiritualitas dan Kebudayaan Dunia, Menbud Fadli Zon: Manfaat Nyata bagi Kesejahteraan Masyarakat

Jalankan Amanat Konstitusi

Dalam bagian lain Menbud Fadli Zon mengatakan masyarakat Bali sudah menjalankan amanat Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945 tercermin dari penyelenggaraan PKB ke-47.

Advertisement

Fadli Zon  mengingatkan konstitusi mengatur bahwa negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.

“Jadi ini perintah konstitusi untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia dan saya kira PKB melaksanakan amanat konstitusi itu, melalui PKB kita menyaksikan betapa pentingnya komitmen daerah dalam memajukan kebudayaan secara berkelanjutan,” katanya

Dia mengaku kagum terhadap pawai PKB 2025 diikuti semua daerah di Bali dan  mengatakan ribuan seniman yang pentas mewakili kabupaten/kota dan ISI Bali menunjukkan ekspresi budaya yang kaya.

“Ini adalah acara yang luar biasa, Pesta Kesenian Bali sudah berlangsung terus-menerus 47 tahun dan kita bisa menyaksikan bagaimana ekspresi budaya dari semua kabupaten/kota yang ada dan dibuka ISI Bali pertama,” kata dia.

Baca Juga : Jadi Acuan di Sekolah-sekolah, Menbud Fadli Zon: Buku Sejarah Indonesia Teranyar Diluncurkan saat HUT ke-80 RI

Pesta Kesenian Bali 2025 berlangsung 21 Juni-19 Juli, di mana, menurut dia, baru parade pembukaan saja sudah memukau.

Advertisement

Oleh karean itu, ia optimistis pada pembukaan resmi kegiatan itu Sabtu malam dan selanjutnya akan sama luar biasa.

Ia menyatakan mendukung festival budaya tahunan yang sudah memasuki tahun ke-47 di Bali.

Ia berharap, pemerintah pusat dapat terus berkolaborasi dengan daerah dari waktu ke waktu untuk mendukung agenda itu.

Ia menyatakan kagum PKB terus berlangsung dengan partisipasi masyarakat aktif tercermin dari seniman-seniman yang terlibat, yaitu anak-anak hingga dewasa.

“Saya menyaksikan dari awal sampai akhir bagaimana ekspresi pencapaian artistik sangat tinggi dari tiap kabupaten/kota, pesertanya banyak bervariasi termasuk anak-anak muda artinya ekosistem kesenian dan budaya di Bali ini terjaga terawat dan mudah-mudahan terus berlangsung dan menjadi contoh daerah-daerah lain,” ujarnya.

Advertisement

Pesta Kesenian Bali 2025 mengambil tema “Jagat Kerthi: Loka Hita Samadaya” yang berarti keseimbangan dan harmoni dalam kehidupan dan alam semesta.

Baca Juga : Canangkan 19 April Hari Keris Nasional, Menbud Fadli Zon Harap Bisa Menjadi Alat Diplomasi Internasional Indonesia

Haluan Pembangunan Bali

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali sejak 1978 sebagai bukti nyata komitmen seluruh elemen dalam menjaga budaya.

“Ini menjadi bukti nyata pemerintah daerah bersama seniman, budayawan, dan masyarakat Bali memiliki komitmen kuat dan konsisten dalam melestarikan, melindungi, memberdayakan kebudayaan,” ucapnya.

Bali memiliki kekayaan, keunikan dan keunggulan kebudayaan meliputi adat istiadat, tradisi, seni budaya, serta kearifan lokal, sehingga Pemprov Bali menjadikan kebudayaan sebagai haluan pembangunan Bali dari hulu sampai hilir.

Advertisement

Kebijakan ini dilaksanakan dengan memberlakukan Peraturan Daerah Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali yang sesuai dengan Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. ***

Exit mobile version