Nasional

Letusan Gunung Semeru Paling Tinggi Dibanding Erupsi Lewotobi Laki-laki dan Marapi

Published

on

Letusan Gunung Semeru Paling Tinggi Dibanding Erupsi Lewotobi Laki-laki dan Marapi

Penampakan erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Flores Timur, NTT, Gunung Marapi Sumbar dan Gunung Semeru Jatim dengan tinggi letusan abu vulkanik masing-masing

FAKTUAL INDONESIA: Tiga gunung di Tanah Air, Semeru, Lewotobi Laki-laki dan Marapi sama-sama erupsi pada Rabu (13/8/2025).

Dari pantauan erupsi tiga gunung itu, Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur (Jatim) melontarkan letusan paling tinggi mencapai 1.000 meter di atas puncak.

Setelah itu Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang kembali erupsi dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 500 meter di atas puncak.

Sedangkan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) erupsi dengan ketinggian kolam abu mencapai kurang lebih 200 meter.

Baca Juga : Gunung Semeru Kembali Erupsi, Tinggi Letusan Capai 900 Meter

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 09.38 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Advertisement

Menurutnya kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah selatan dan barat daya. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 138 detik.

Aktivitas kegempaan Gunung Semeru masih didominasi oleh gempa letusan/erupsi sebanyak 53 kali dengan amplitudo 10-22 mm dan lama gempa 58-191 detik.

Kemudian 2 kali gempa guguran dengan amplitudo 2 mm dan lama gempa 82-93 detik, 11 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 4-8 mm dan lama gempa 32-162 detik, dan 5 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2-28 mm, S-P 15-52 detik dan lama gempa 42-107 detik.

Sigit menjelaskan Gunung Semeru masih berstatus Waspada atau Level II, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Baca Juga : Gunung Semeru Kembali Erupsi, Lontarkan Kolom Abu Hingga 700 Meter

Ancaman Lahar Dingin

Advertisement

Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi melaporkan gunung api yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumbar kembali erupsi dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 500 meter di atas puncak gunung itu.

“Terjadi erupsi pukul 12.02 WIB. Letusan ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 6,3 milimeter serta berdurasi sekitar 27 detik,” kata petugas PGA Gunung Marapi Teguh Purnomo di Padang, Rabu.

Untuk diketahui, saat ini Gunung Marapi berstatus Waspada atau Level II. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi, antara lain melarang masyarakat, wisatawan, atau pengunjung berkegiatan di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas (kawah verbeek).

PVMBG juga mengingatkan ancaman potensi lahar dingin, terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api.

Kondisi tersebut terutama saat terjadi hujan atau musim hujan. Kemudian, kata dia, apabila terjadi hujan abu masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan.

Advertisement

Baca Juga : Gunung Semeru Kembali Erupsi, Muntahkan Kolom Abu Tebal Setinggi 600 Meter

Tidak hanya itu, apabila terjadi hujan abu masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA)

PGA bersama PVMBG juga terus mengingatkan adanya tumpukan material akibat letusan gunung api tersebut yang menyebabkan munculnya aliran air dan sewaktu-waktu berpotensi terjadinya banjir lahar dingin.

Kondisi tersebut tidak bisa diabaikan karena sangat rentan dan berbahaya terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Hal yang paling mungkin terjadi yakni banjir lahar dingin seperti peristiwa 11 Mei 2024 yang menelan puluhan korban jiwa.

Dua Kali Erupsi

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekam kejadian erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan ketinggian kolam abu mencapai kurang lebih 200 meter.

Advertisement

Baca Juga : Gunung Semeru Kembali Erupsi pada 6 Juli 2025, Letusan Capai 600 Meter

“Terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada 13 Agustus 2025 pukul 17.47 WITA dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 200 di atas puncak atau kurang lebih 1.784 meter di atas permukaan laut,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Lewotobi Laki-laki Yohanes Kolli Sorywutun dalam laporan tertulis yang diterima di Labuan Bajo, Rabu.

Ia menambahkan dalam erupsi itu tinggi kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah barat daya dan barat.

Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 7,4 milimeter (mm) dan durasi kurang lebih satu menit 37 detik.

Sebelumnya, Gunung Lewotobi Laki-laki yang memiliki tinggi 1.584 meter di atas permukaan laut itu pada Rabu mengalami sebanyak dua kali erupsi.

Saat ini Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Status Level III (Siaga). Oleh karena itu, masyarakat dan pengunjung diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. ***

Advertisement

Exit mobile version