Nasional
Kendalikan Cavid-19 Nasional, Pemerintah Waspadai Importasi Kasus

Perpanjangan masa karanina demi mencegah importasi kasus Covid-19.
FAKTUALid – Di tengah konsentrasi mengendalikan kasus nasional pasca libur panjang saat Idul Fitri, pemerintah juga terus mengantisipasi kenaikan kasus akibat importasi kasus yang berasal dari pelaku perjalanan internasional.
Terutama dari negara-negara yang sedang mengalami krisis dalam penanganan Pandemi Covis-19 dengan indikasi peningkatan kasus yang signifikan.
Karena itu, menurut Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, pemerintah berupaya keras menetapkan kebijakan yang paling efektif dan efisien.
Selain terus memantau perkembangan pandemi di berbagai negara, pemerintah juga akan segera menerbitkan kebijakan menyangkut masa karantina bagi pelaku perjalanan dari luar negeri yang masuk ke Indonesia.
“Pada prinsipnya, berbagai kebijakan yang ditetapkan selalu mempertimbangkan berbagai aspek demi kesehatan dan keselamatan masyarakat,” jelas Prof Wiku.
Pemerintah bakal memperpanjang masa karantina bagi pelaku perjalanan dari luar negeri yang masuk ke Indonesia dari semula 5×24 jam menjadi 14×24 jam.
Wiku mengatakan perpanjangan masa karanina dilakukan demi mencegah importasi kasus Covid-19.
”Pemerintah berencana memperpanjang durasi karantina dari 5×24 jam menjadi 14×24 jam bagi pelaku perjalanan dari negara yang sedang mengalami krisis Covid-19,” kata Wiku.
Lebih lanjut, Wiku mengungkapkan Satgas Covid-19 akan segera menerbitkan surat edaran terbaru untuk mengatur hal tersebut
Pemerintah Indonesia saat ini juga sedang melakukan pengendalian kasus nasional pasca libur panjang saat Idul Fitri.
Satgas juga menekankan, kondisi Covid-19 yang cukup terkendali akhir-akhir perlu dipertahankan. Tentunya upaya ini membutuhkan kolaborasi dan kerja keras dari berbagai pihak sehingga terus membaik.
“Apapun keputusan resmi yang akan diambil pemerintah nantinya melalui analisis risiko dan cost-benefit yang tepat dengan mempertimbangkan perkembangan Covid-19 yang sangat dinamis,” tuturnya. ***