Nasional
Gunung Semeru Jatim dan Gunung Ibu Malut Erupsi, Kolom Abu Mencapai Tinggi 1.000 Meter

Erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur yang terjadi Minggu (22/3/2026) pukul 21.37 WIB, teramati melontarkan kolom letusan teramati ± 500 m di atas puncak (± 4176 m di atas permukaan laut). (Magma Indonesia)
FAKTUAL INDONESIA: Aktivitas gunung berapi di Indonesia Minggu (22/3/2026) diwarnai erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur dan Gunung Ibu di Maluku Utara.
Seperti dipantau dalam laman Magma Indonesia hingga Minggu malam, Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang tercatat erupsi empat kali erupsi.
Sedangkan Gunung Ibu di Pualau Halmahera, Halmahera Barat, Maluku Utara (Malut), erupsi lima kali.
Berdasarkan laporan petugas PVMBG, Mukdas Sofian, A.Md. dan Mukijo, Gunung Semeru erupsi pukul 07.41, 10.42, 16.26, dan 21.37 WIB.
Baca Juga : Buka Hari Sabtu, Gunung Semeru Jatim Erupsi dengan Kolom Abu Setinggi 1000 Meter
Dari rangkaian erupsi sehari itu, Gunung Semeru melontarkan kolom abu tertinggi setinggi 1000 m di atas puncak pada pukul 16.26.
“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Minggu, 22 Maret 2026, pukul 16:26 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1000 m di atas puncak (± 4676 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 148 detik,” tulis Mukijo.
Kemudian Gunung Semeru menutup Minggu dengan erupsi pukul 21.37 dengan kolom abu setinggi 500.
Mukdas Sofian, A.Md. melaporkan: “Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Minggu, 22 Maret 2026, pukul 21:37 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 4176 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 138 detik.”
Baca Juga : Di Hari Raya Nyepi Gunung Semeru Enam Kali Erupsi dengan Lontaran Kolom Abu Tertinggi 800 Meter
Dua erupsi Gunung Semeru tidak teramati.
Untuk Gunung Semeru yang berstatus Level III (SIAGA), PVMBG memberikan rekomendasi:
- Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
- Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
- Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Baca Juga : Terbaru: Gunung Semeru Erupsi dari Tak Teramati Hingga Letusan Kolom Abu 600 Meter
Gunung Ibu
Sementara itu Gunung Ibu dalam lima kali erupsi, Minggu, menurut laporan petugas PVMBG, Darsono Haji Muhammad Nur kolom abu tertinggi tercatat pukul 06.36 WIT setinggi 700 m. “Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Minggu, 22 Maret 2026, pukul 06:36 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 700 m di atas puncak (± 2025 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah tenggara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 42 detik,” tulis Darsono Haji Muhammad Nur.
Itu merupakan erupsi awal Gunung Ibu. Selanjutnya Gunung Ibu kembali erupsi pukul 09.42, 12.15, 13.13, dan 21.51 WIT. Dua kali erupsi Gunung Ibu ditandai kolom abu masing-masing setinggi 600 meter dan dua lainnya tidak teramati.
Baca Juga : Erupsi di Hari Minggu, Gunung Semeru Tiga Kali Lontarkan Kolom Abu Setinggi 900 Meter
Untuk Gunung Ibu yang berstatus Level IV (AWAS) per Januari 2025, PVMBG mengeluarkan rekomendasi:
- Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3.5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.
- Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).
- Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.
- Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan G. Ibu di Gam Ici untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas G. Ibu.
- Masyarakat, instansi pemerintah, maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan aktivitas maupun rekomendasi G. Ibu melalui aplikasi android Magma Indonesia, website Magma Indonesia https://geologi.esdm.go.id www.vsi.esdm.go.id atau https://magma.esdm.go.id), dan media sosial PVMBG (facebook, twitter, dan instagram). ***