Nasional

Diguncang Gempa Sampai 125 Kali, Pemkab Koltim Sultra Tetapkan Siaga Bencana 30 Hari

Published

on

Diguncang Gempa Sampai 125 Kali, Pemkab Koltim Sultra Tetapkan Siaga Bencana 30 Hari

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,1 kembali mengguncang wilayah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu sekitar pukul 08.50 WITA.

FAKTUAL INDONESIA: Guncangan gempa berkali-kali termasuk yang ke-125 kali pada Rabu (29/1/2025) pagi, membuat Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) Sulawesi Tenggara (Sultra) menetapkan siaga bencana selama 30 hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kendari menyebut bahwa gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,1 kembali mengguncang wilayah Koltim, Rabu sekitar pukul 08.50 WITA.

Kepala Stasiun Geofisika Kendari Rudin saat dihubungi di Kendari, Rabu, menyampaikan, gempa bumi tersebut merupakan bagian dari rangkaian aktivitas gempa beruntun yang terjadi sejak 24 Januari 2025 lalu dengan kekuatan magnitudo 4,9.

“Yang terjadi pagi ini merupakan gempa yang ke-125 kalinya,” ucap Rudin seperti dilansir laman berita antaranews.com.

Datangnya gempa berkali-kali itu langsung ditanggapi Pemerintah Kabupaten Koltim dengan menetapkan siaga bencana.

Advertisement

Baca Juga : Gempa Melanda Kabupaten Aceh Jaya pada 18 Januari 2025, Tidak Berpotensi Tsunami

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kolaka Timur Dewa Made Ratmawan saat dihubungi di Kendari, Rabu, mengatakan bahwa status siaga bencana itu dikeluarkan selama 30 hari sejak 25 Januari hingga 24 Februari mendatang.

“Siaga bencana sejak tanggal 25 Januari 2025, sampai 30 hari ke depan,” kata Dewa Made.

Masih seperti dikutip dari laman berita antaranews.com, Dewa Made menyebutkan bahwa sebagai bentuk tindak lanjut dari bencana gempa bumi tersebut, pihaknya juga telah mendirikan posko bencana yang dipusatkan di Kecamatan Lalolae.

“Kami juga telah membangun tenda-tenda pengungsian untuk masyarakat yang terdampak gempa bumi,” ujarnya.

Dewa Made mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat dua unit rumah yang rusak akibat gempa bumi yang melanda wilayah Kolaka Timur.

Advertisement

“Sampai hari ini ada dua rumah rusak, satu di Weitombo beberapa waktu lalu, dan satu rumah rusak akibat gempa hari ini,” ucap Dewa Made.

Ia menjelaskan bahwa selain rumah warga, terdapat juga kerusakan ringan pada tembok rumah jabatan (rujab) Camat Tinombo.

Dewa Made mengimbau masyarakat di Kabupaten Kolaka Timur untuk tak mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Serta jangan ikut menyebar informasi yang belum diketahui kebenarannya,” kata Dewa Made.

Baca Juga : Aktivitas Zona Megathrust Picu Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Jatim, Dirasakan Hingga Yogyakarta

Tidak Berpotensi Tsunami

Advertisement

BMKG Kendari menyebut bahwa gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,1 kembali mengguncang wilayah Koltim, Rabu pukul 08.50 Wita.

Kepala Stasiun Geofisika Kendari Rudin mengatakan gempa bumi itu terletak pada koordinat 4,09 Lintang Selatan (LS) 121,81 Bujur Timur (BT).

“Atau tepatnya berlokasi di darat 15 kilometer barat daya Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, pada kedalaman 10 kilometer,” kata Rudin.

Dia menyebutkan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan hiposenternya, gempa bumi yang terjadi itu merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault,” ujarnya.

Advertisement

Dia mengungkapkan gempa bumi tersebut juga berdampak dan dapat dirasakan di daerah Kolaka Timur dengan skala intensitas IV-V MMI yang getarannya dirasakan oleh hampir semua penduduk.

“Gempa juga dirasakan cukup kuat di wilayah Kabupaten Kolaka, Konawe, Konawe Selatan, dan Kota Kendari,” ungkap Rudin.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil permodelan, gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.

Rudin menyampaikan bahwa gempa bumi tersebut merupakan bagian dari rangkaian aktivitas gempa beruntun yang terjadi sejak 24 Januari 2025 lalu dengan kekuatan magnitudo 4,9.

Baca Juga : Gempa di Tibet Tewaskan 53 Orang, Tidak Ada WNI yang Jadi Korban

“Yang terjadi pagi ini merupakan gempa yang ke-125 kalinya,” ucap Rudin.

Advertisement

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Serta juga masyarakat diminta agar menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan terhadap gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat gempa bumi yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah,” kata Rudi mengimbau.***

Exit mobile version