Nasional
BPBD Halmahera Barat Kerahkan Tim Reaksi Cepat Usai Banjir Jailolo

Banjir yang menggenangi rumah warga di Kecamatan Jailolo, Kab Halmahera Barat, Selasa (21/9/2021). (BPBD Kabupaten Halmahera Barat)
FAKTUAL-INDONESIA: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat mengerahkan Tim Reaksi Cepat ke lokasi terdampak banjir melanda Desa Akediri dan Desa Todowong.
Tim Reaksi Cepat melakukan kaji cepat dan pendataan usai bajir di Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, pada Selasa (21/9/2021), pukul 19.00 waktu setempat atau WIT.
Selain Pengerahan Tim Reaksi Cepat, penyampaian diseminasi informasi untuk mengantisipasi potensi banjir susulan juga telah dibangun melalui whatsapp group yang terhubung dengan lintas instansi dan pejabat daerah setempat.
Demikian dikemukakan oleh Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Barat Muhammad Ade Fabanyo melalui sambungan telepon, Rabu (22/9/2021).
“Dini hari tadi, sekitar pukul 04.00 WIT, banjir sudah surut. Kini para warga membersihkan rumahnya masing-masing,” ujar Muhammad Ade Fabanyo.
Peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak Selasa pagi.
Kejadian tersebut menyebabkan 29 unit rumah warga terendam banjir.
Ketinggian muka air saat berlangsungnya banjir berkisar antara 50-60 sentimeter.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Halmahera Barat, tidak ada korban jiwa atas kejadian ini. Selain itu, tidak ada warga yang mengungsi melainkan bertahan di rumah masing-masing.
Saat banjir sudah surut dan para warga bergotong royong membersihkan material yang terbawa saat banjir terjadi.
Berdasarkan data Geoportal Kebencanaan BNPB, selama kurun waktu 5 tahun (2015 – 2020) Halmahera Barat mengalami kejadian banjir sebanyak 9 kali dengan dampak paling besar terjadi pada tahun 2018, dengan total rumah rusak 12 unit dan fasilitas umum terdampak 1 unit.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, PhD mengemukakan, informasi peringatan dini BMKG menyebutkan waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Provinsi Maluku Utara, antara lain Morotai, Tobelo, Galela dan Maba pada siang dan sore hari hingga esok hari (23/9/2021).
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca yang memicu terjadinya bahaya hidrometeorologi.
Identifikasi potensi risiko dan segera lakukan rencana kesiapsiagaan mulai dari tingkat keluarga hingga komunitas. ***
‘HUBUNGI KAMI’
Apakah Anda tertarik oleh isu-isu yang diangkat dalam tulisan ini? Atau Anda memiliki ide soal politik, ekonomi, hukum dan lainnya? Bagikan pengalaman dan pendapat Anda dengan mengirim email ke aagwared@gmail.com
Harap sertakan foto dan nomor kontak Anda untuk konfirmasi. ***