Otomotif
Tips Aman Berkendara Saat Banjir, Jangan Asal Terobos!

ilustrasi: tips aman berkendara saat hujan
FAKTUAL INDONESIA – Musim hujan sering kali memiliki tantangan tersendiri untuk para pengendara, terutama ketika genangan air atau banjir mulai menutup jalanan. Banyak pengendara yang tetap nekat melaju tanpa mempertimbangkan kondisi kendaraan maupun risiko keselamatan. Padahal, berkendara di tengah banjir bukan hanya soal bisa atau tidaknya kendaraan melintas, tetapi juga menyangkut potensi bahaya yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Oleh karena itu, memahami tips aman berkendara saat banjir menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan, baik oleh pengendara motor maupun mobil.
Banjir dapat menimbulkan berbagai risiko, mulai dari mesin mogok, kerusakan komponen kendaraan, hingga kecelakaan akibat jalan licin atau lubang yang tidak terlihat. Selain itu, arus air yang tampak tenang pun bisa menyimpan bahaya jika kedalamannya tidak terukur dengan baik. Banyak kasus menunjukkan bahwa pengendara terjebak atau mengalami kerusakan serius karena menganggap remeh genangan air di jalan. Inilah alasan mengapa tips aman berkendara saat banjir perlu dipahami dan diterapkan dengan benar, bukan sekadar dijadikan pengetahuan tambahan.
Baca Juga : Pariwisata Indonesia Banjir Penghargaan Internasional di Awal 2026, Menpar Widiyanti: Kebanggaan Sekaligus Tantangan
Berikut ini beberapa tips aman berkendara saat banjir yang sudah dilansir oleh faktualid.com dari berbagi sumber:
-
Daftar isi
Mengendarai Mobil dengan Pelan
Setelah memastikan kondisi jalan yang tergenang masih memungkinkan untuk dilalui, salah satu tips aman berkendara saat banjir yang penting adalah mengemudikan mobil dengan kecepatan rendah. Gunakan gigi satu dan atur kopling agar laju kendaraan tetap stabil dan tidak terlalu kencang.
Kecepatan yang berlebihan dapat menimbulkan gelombang air yang berisiko mengenai komponen vital kendaraan, seperti busi atau pompa bensin. Jika air masuk ke bagian tersebut, kendaraan berpotensi mengalami mogok di tengah genangan banjir.
-
Menggunakan Spion Samping
Perhatikan dulu seberapa tinggi airnya. Kalau genangan sudah menyentuh atau bahkan melewati karet pintu bagian bawah, itu tandanya banjir sudah terlalu dalam dan air bisa masuk ke dalam kabin. Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya jangan memaksakan jalan dan segera berhenti karena resikonya cukup besar.
Baca Juga : Banjir Rendam Jalur Rel Pekalongan, KAI Daop 1 Jakarta Batalkan 11 Perjalanan KA
-
Menjadikan Mobil lain sebagai Acuan
Kamu bisa menaksir kedalaman air dengan melihat mobil lain yang lebih dulu melintas, misalnya dengan membandingkan tinggi air di bodi mobil mereka, seperti di sekitar gagang pintu. Cara lainnya, perhatikan cipratan air saat mobil lain jalan. Kalau air yang terdorong sudah sampai ke kap mesin atau mendekati lampu depan, itu berarti genangannya sudah setinggi bumper. Dalam kondisi seperti ini, jalan tersebut sudah tidak aman untuk dilewati.
-
Menggunakan Lampu Depan ketika Cuaca Buruk
Saat kondisi jalan gelap atau hujan turun dengan intensitas tinggi, salah satu tips aman berkendara saat banjir yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan lampu kabut untuk membantu membaca kondisi genangan. Pantulan cahaya pada permukaan air dapat memberi gambaran tentang tekstur dan perkiraan kedalaman banjir tanpa perlu turun dari mobil.
Selain itu, mengatur posisi duduk dengan sedikit menaikkan kursi juga cukup membantu. Dengan sudut pandang yang lebih luas ke arah bawah, kamu bisa lebih mudah mengamati pergerakan air di sekitar bagian depan kendaraan dan menilai apakah kondisi jalan masih aman untuk dilalui.
-
Waspadai Lubang dan Arus Air
Banjir sering menutupi lubang, parit, atau permukaan jalan yang rusak. Mengendarai secara pelan dapat membantu pengemudi lebih cepat mengantisipasi potensi bahaya tersebut.
Baca juga: Simak 6 Cara Mengatasi Mobil Mogok di Tengah Jalan yang Perlu Diketahui
-
Jaga Jarak dengan Kendaraan Lain
Jarak aman dapat memberi waktu untuk bereaksi jika kendaraan di depan tiba-tiba berhenti atau mogok di tengah genangan.
-
Mengeringkan Rem
Tips berikutnya saat berkendara di kondisi banjir adalah memastikan rem kembali kering. Caranya, jalankan mobil secara perlahan dengan kecepatan sekitar 5 km/jam sambil menekan pedal rem beberapa kali. Bisa juga dengan menekan pedal rem bersamaan dengan sedikit gas selama kurang lebih 20 detik agar fungsi pengereman kembali optimal.
-
Cek Kendaraan setelah Melewati Banjir
Jangan buru-buru menyalakan mobil setelah melewati banjir. lebih baik cek dulu beberapa bagian penting, seperti kondisi rem apakah masih bekerja dengan normal, lalu perhatikan juga lampu indikator di dashboard, misalnya indikator mesin, SRS, baterai, dan lainnya, apakah menyala atau menunjukkan tanda tidak wajar. Selain itu, periksa juga oli mesin, oli transmisi hingga minyak rem setelah berhasil melewati genangan. Kalau semuanya terlihat aman, barulah mobil bisa digunakan kembali.
Baca Juga : Akibat Terendam Banjir, Jalur Kereta Api Pekalongan Terputus
Itulah beberapa tips aman berkendara ketika banjir yang sudah dilansir oleh faktualid.com dari berbagai sumber. Berkendara di tengah banjir memang membutuhkan kewaspadaan ekstra dan keputusan yang bijak. Memaksakan kendaraan untuk menerobos genangan tanpa memperhitungkan risiko justru dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain, serta berpotensi menimbulkan kerusakan serius pada kendaraan.
Dengan memahami dan menerapkan tips aman berkendara saat banjir, pengendara dapat lebih siap menghadapi kondisi jalan yang tidak menentu akibat cuaca ekstrem. Ingat, tidak semua genangan aman untuk dilalui, dan berhenti atau mencari jalur alternatif sering kali menjadi pilihan terbaik. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama, karena sampai tujuan dengan selamat jauh lebih penting daripada terburu-buru melanjutkan perjalanan.