Connect with us

Lifestyle

Lakukan Peremajaan Kulit Segera, Jika Muncul Tanda Ini!

Avatar

Diterbitkan

pada

Ilustrasi perawatan peremajaan kulit sejak dini. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Kesalahan wanita kebanyakan adalah baru melakukan perawatan kulit dan peremajaan kulit setelah terlambat mengetahui tanda-tanda penuaan dini.

Sinyal-sinyal atau gejala penuaan dini meliputi kulit kering dan kasar, keriput, flek, kulit kendur, pori-pori besar. Namun terkadang banyak wanita yang cuek dengan hal ini karena merasa masih belum 30 tahun.

Padahal, tak harus menunggu tua dan penuh keriput untuk meremajakan kulit, karena proses ini bisa dilakukan secepat mungkin begitu seseorang sudah tidak nyaman dengan kondisi kulitnya.

“Ketika sudah aware dengan kondisi kulit dan merasa tidak nyaman, boleh mulai treatment,” kata Spesialis Kulit dan Kelamin Bamed dr. Melyawati Hermawan, Sp.KK dalam bincang virtual, Kamis (28/7/2022), dikutip Antara.

Menurutnya, seberapa parah dan seberapa cepat proses penuaan pada tiap orang tidaklah sama mengingat adanya faktor internal berupa faktor genetik yang menyebabkan adanya variasi biologis pada tiap individu.

Advertisement

Oleh karena itu, peremajaan kulit bisa dilakukan secara berbeda- beda pada tiap individu.

“Peremajaan kulit boleh dilakukan bila memang tanda dan gejala penuaan dini sangat jelas dan mengganggu seseorang, serta sudah cukup dewasa untuk memahami penjelasan yang diberikan mengenai tindakan peremajaan yang akan dilakukan dan bisa memberikan consent, maka tindakan boleh dilakukan,” lanjut dr. Melyawati.

Ia menjelaskan, usia produktif memiliki rentang usia 15-64 tahun. Pada rentang usia ini dimungkinkan bagi seseorang untuk bisa bekerja dan menghidupi dirinya sendiri dengan penghasilan yang didapatkan dari pekerjaannya tersebut.

Namun, seiring dengan semakin meningkatnya tanggung jawab dan tekanan pekerjaan yang semakin besar, maka hal ini dapat menyebabkan timbulnya stres psikis yang dapat mempercepat proses penuaan dini contohnya kerut-kerut halus, wajah terlihat lebih kusam, dan sebagainya.

Di sisi lain, bidang pekerjaan yang menuntut seseorang untuk lebih banyak beraktivitas di luar ruangan tentu saja meningkatkan risiko terjadinya penuaan akibat pajanan sinar matahari berlebih.

Advertisement

Tetapi, kata dia, bukan berarti mereka yang lebih banyak bekerja di dalam ruangan, aman dari proses penuaan ini karena pajanan sinar biru dari layar komputer atau lampu ruangan juga dapat menyebabkan proses penuaan berupa warna kulit tidak merata hingga munculnya flek.

Oleh karena itu, peremajaan kulit tidak hanya diperlukan saat seseorang sudah memasuki usia lanjut, namun juga sudah mulai dapat dipertimbangkan untuk individu-individu di usia produktif ini.

“Melakukan pencegahan dari proses penuaan dini akan jauh lebih baik dari mengobati, untuk itu tindakan untuk peremajaan kulit sebaiknya dilakukan sedini mungkin bila memang dirasakan perlu,” papar dr. Melyawati.

Pilihan perawatan kulit yang dapat dilakukan pada usia produktif meliputi tindakan yang non- agresif seperti pemberian krim peresepan khusus, peeling, laser pigmen, hingga perawatan yang lebih agresif yang dapat menyebabkan downtime yang lebih lama, antara lain laser fractional dan tanam benang.

Sementara, pilihan treatment akan sangat bergantung dengan kondisi dan kebutuhan kulit, budget yang dimiliki masing-masing individu, serta preferensi masing-masing dokter.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement