Kesehatan

Hentikan Gaya Hidup Tidak Sehat Demi Jaga Ginjal Berfungsi Baik

Published

on

Foto: Istimewa

FAKTUAL-INDONESIA:  Ginjal, organ vital manusia, memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga tubuh agar sehat dan bebas dari penyakit. Tujuannya adalah untuk menyaring kelebihan air dan kotoran lain dari darah. Produk limbah ini kemudian disimpan di kandung kemih dan dikeluarkan saat buang air kecil.

Ginjal bahkan membantu tubuh menyerap kalsium. Namun, perubahan gaya hidup dan kebiasaan tidak sehat perlahan-lahan merusak kuda hitam tubuh kita ini.

Berlawanan dengan kepercayaan populer, masalah ginjal tidak hanya mempengaruhi pecandu alkohol dan warga lanjut usia.

Kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat membuat semua orang berisiko.

Dari memiliki terlalu banyak protein hingga memanjakan asupan makanan olahan secara teratur, ada sejumlah perilaku merusak yang memberi tekanan pada ginjal yang mengarah ke penyakit ginjal kronis.

Advertisement

1. Sering mengkonsumsi makanan olahan
Makanan olahan mengandung banyak fosfor dan natrium, dua penyebab utama yang menyebabkan kerusakan ginjal.

Orang dengan atau tanpa penyakit ginjal harus membatasi kelebihan asupan makanan olahan seperti burger, kue kering dan pie, sosis, sayuran kaleng, dan lain-lain.

2. Sering mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit
Obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti ibuprofen, aspirin, dan asetaminofen dapat meredakan nyeri, tetapi juga dapat merusak fungsi ginjal pada saat yang bersamaan.

Parahnya, kebiasaan ini dapat memperburuk masalah ginjal jika sudah menderita penyakit ginjal.

Antibiotik tertentu seperti bacitracin, amfoterisin B, sefalosporin, dll., Juga dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal.

Advertisement

3. Kurang minum air putih
Jika tubuh terhidrasi, ini membantu ginjal mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

Itulah salah satu alasan mengapa dokter menganjurkan untuk minum banyak air untuk menghindari batu ginjal.

Menurut National Health Service di Inggris, dehidrasi merupakan salah satu penyebab utama kerusakan ginjal dan batu ginjal.

Hal itu karena dehidrasi dapat menyebabkan penumpukan racun yang tidak mudah dihilangkan oleh ginjal.

4. Konsumsi garam berlebih
Makanan tinggi garam mengandung natrium tinggi dan mengkonsumsinya meningkatkan tekanan darah.

Advertisement

Ini dapat membahayakan ginjal, karena ginjal perlu bekerja lebih keras untuk mengeluarkan kelebihan garam.

Hal ini, pada gilirannya, dapat menyebabkan retensi air di dalam tubuh, yang meningkatkan risiko penyakit ginjal.

5. Begadang
Tidur sangat penting bagi tubuh karena dapat melemaskan otot-otot otak dan menyembuhkan serta memperbarui sel-sel tubuh.

Tidur malam yang nyenyak diperlukan untuk kesehatan secara keseluruhan, termasuk ginjal.

Fungsi ginjal diatur oleh siklus tidur dan bangun, yang membantu mengkoordinasikan beban kerja ginjal selama 24 jam.

Advertisement

6. Makan terlalu banyak protein hewani
Setelah dikonsumsi, daging merah menghasilkan asam dalam jumlah tinggi di dalam darah.

Ini bisa berbahaya bagi ginjal dan menyebabkan asidosis.

Asidosis adalah suatu kondisi di mana ginjal tidak dapat mengeluarkan asam secara memadai.

Protein hewani diperlukan untuk tubuh, tetapi konsumsi berlebihan bisa berakibat fatal bagi ginjal.

7. Tidak mengobati infeksi
Jika terserang pilek, flu, tonsilitis, segera mulai minum antibiotik.

Advertisement

Jika infeksi umum itu tidak ditangani tepat waktu, dapat membahayakan ginjal.

Selain itu, jika infeksi virus tidak ditangani, pun dapat merusak ginjal.

8. Minum alkohol
Minum alkohol dalam jumlah yang berlebihan dapat menggandakan risiko penyakit ginjal kronis.

Inilah sebabnya mengapa peminum berat biasanya memiliki peningkatan risiko masalah ginjal.

Selain itu, alkohol sangat membuat dehidrasi yang selanjutnya dapat menghambat kinerja ginjal.

Advertisement

9. Sering menahan buang air kecil
Buang air kecil adalah cara di mana racun dikeluarkan dari tubuh.

Jika tidak sering buang air kecil, ini bisa berbahaya bagi ginjal dan seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal dan menyebabkan penyakit ginjal.***

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version