Lifestyle
7 Cara Mengobati Amandel Secara Alami Tanpa Operasi

foto ilustrasi: istimewa
FAKTUALid – Cara mengobati amandel secara alami dapat dilakukan dirumah secara teratur dengan menggunakan bahan yang mudah untuk didapatkan. Radang amandel dapat menyerang anak-anak maupun dewasa. Tidak jarang timbul rasa takut menjalani operasi pengangkatan tonsil.
Biasanya amandel membuat penderita mengalami batuk-pilek terus menerus, susah makan dan mudah sakit. Pembengkakkan amandel sering kali terjadi akibat infeksi virus atau infeksi bakteri.
Dalam istilah medis, amandel disebut juga dengan ‘tonsil’ yang memiliki fungsi untuk menjaga kekebalan tubuh dan melawan kuman pathogen yang masuk ke pencernaan. Tonsil merupakan sepasang kelenjar getah bening yang berada di belakang tenggorokan.
Berikut cara mengobati amandel yang sudah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber.
Daftar isi
1. Makan makanan yang lembut
Cara mengobati amandel yang pertama adalah makan makanan yang lembut. Terkadang rasa sakit membuat penderitanya malas untuk menelan makanan. Melansir dari hellosehat, guna mengatasi rasa sakit tersebut anda bisa memilih makanan yang berkuah dan mudah untuk ditelan.
Anda juga perlu menghindari gorengan dan makanan pedas lainnya. Karena makanan tersebut mudah membuat amandel dan tenggorokan semakin iritasi.
Baca juga: 7 Cara Mengobati Sakit Tenggorokan Menggunakan Bahan Alami
2. Mengkonsumsi Rempah-Rempah
Cara mengobati amandel yang kedua adalah mengkonsumsi rempah-rempah. Anda dapat memanfaatkan rempah-rempah seperti kunyit, kayu manis dan bawang putih. Dikutip dari SehatQ, bawang putih kaya akan senyawa antioksidan, antivirus dan antibakteri. Hal ini juga dipercaya mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Sedangkan kayu manis berfungsi sebagai antimikroba yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri serta mikroorganisme lain yang menempel di amandel.
Kemudian kunyit diyakini berguna sebagai antiradang dan antiseptik alami yang mampu melegakan gejala radang amandel. Cara mengkonsumsi kunyit ini bisa langsung dimakan atau dicampur dengan teh hangat dan susu.
Baca juga: 9 Cara Mengeluarkan Dahak di Tenggorkan Menggunakan Bahan Alami
3. Banyak Minum Air putih
Cara mengobati amandel yang ketiga adalah banyak minum air putih. Cara alami selanjutnya untuk mengobati amandel adalah harus memperbanyak asupan cairan. Dikutip dari Liputan6, penderita bisa mulai mengkonsumsi minuman hangat, sup, kaldu, dan teh hangat.
Baca juga: 7 Manfaat Minum Air Putih Saat Bangun Tidur
4. Kumur Dengan Air Garam
Cara mengobati amandel yang keempat adalah kumur dengan air garam. Air garam dapat meredakan rasa gatal dan sakit di area belakang tenggorokan. Selain itu, garam juga mampu mengobati infeksi dan mengurangi peradangan.
Caranya anda dapat mencampurkan setengah sendok makan garam dalam segelas air hangat. Aduk merata dan kumur selama beberapa detik lalu buang.
5. Pasang Pelembab Udara
Cara mengobati amandel yang kelima adalah pasang pelembab udara. Menggunakan alat pelembab udara atau humidifier dapat membuat udara lebih lembap serta dapat menghilangkan virus. Dikutip dari alodokter, udara yang lembap akan membantu meredakan sakit tenggorokan dan rasa tidak nyaman.
Alat ini cocok untuk dipasang terutama saat cuaca sedang kering. Jika anda tidak memiliki alat tersebut, anda dapat menghirup uap air hangat.
6. Mengkonsumsi Jeruk Nipis
Cara mengobati amandel yang keenam adalah mengkonsumsi jeruk nipis. Jeruk nipis diyakini memiliki sifat antivirus, antibakteri dan anti inflamasi. Dikutip dari Liputan6, Vitamin C yang tinggi akan membantu meningkatkan imunitas tubuh.
Caranya sangat mudah, anda dapat menambahkan perasan jeruk nipis ke air hangat dan tambahkan dua sendok teh
madu dan sejmut garam. Anda bisa meminum ramuan ini 2 kali sehari untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
7. Tablet Hisap Pelega Tenggorokan
Cara mengobati amandel yang terakhir adalah tablet hisap pelega tenggorokan. Tablet pelega tenggorokan ini dapat mengurangi rasa sakit secara langsung pada tempat peradangan. Cara menyembuhkan amandel ini cocok diterapkan bagi anak untuk menghindari risiko tersedak.***