Kesehatan
8 Penyebab Berkeringat saat Tidur Malam Beserta Cara Mencegahnya

Foto Ilustrasi (Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Berkeringat merupakan respons alami tubuh untuk mengeluarkan racun di dalam tubuh. Namun, beberapa orang mengalami berkeringat saat sedang tidur meski udara tidak panas. Akan tetapi, orang-orang tersebut masih bingung apa penyebab berkeringat saat tidur malam.
Sebenarnya, keluarnya keringat ketika tidur sesekali termasuk hal yang normal. Namun, terlalu sering berkeringat saat tidur perlu diwaspadai karena bisa mengindikasikan berbagai penyakit. Kondisi ini tentu sangat mengganngu kenyamanan saat tidur.
Berkeringat di malam hari juga bisa memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda, seperti anak-anak atau wanita yang mengalami menopause. Lantas, apa saja penyebab berkeringat saat tidur malam yang kerap terjadi?
Baca juga: 7 Cara Mengatasi Keringat Berlebihan, Alami dan Mudah Diterapkan
Berikut beberapa penyebab berkeringat saat tidur yang telah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber.
Daftar isi
1. Masalah hormon
Penyebab berkeringat saat tidur yang pertama yaitu masalah hormon. Adanya gangguan hormon dapat dideteksi dari keluarnya keringat saat tertelap meski udaranya sejuk. Rendahnya kadar hormon estrogen berdampak pada hipotalamus yang membuat keringat malam pada wanita.
Hipotalamus adalah bagian dari otak yang berfungsi mengendalikan tidur, nafsu makan, suhu tubuh, dan hormon seks. Sedangkan pada pria, kadar hormon testosteron yang rendah dapat menyebabkan hot flash dan keringat malam.
2. Menopause
Wanita yang mengalami menopause akan mengalami berkeringat saat tidur dan hot flashes. Itulah mengapa wanita menopause merupakan penyebab berkeringat saat tidur. Menopause merupakan berakhirnya siklus menstruasi yang disebabkan oleh perubahan hormon seksual pada tubuh wanita. Umumnya, menopause terjadi saat wanita menginjak usia antara 45 hingga 55 tahun.
3. Sleep apnea
Penyebab berkeringat saat tidur berikutnya yaitu sleep apnea. Sleep apnea merupakan kondisi dimana seseorang mengalami gangguan tidur ketika pernapasan terganggu dengan adanya periode henti napas secara berulang pada saat tidur.
Kondisi ini menyebabkan tubuh perlu bekerja ekstra memungkinkan membuat tubuh berkeringat. Ada beberapa gejala sleep apnea, antara lain:
- Mengantuk secara berlebihanan di siang hari.
- Sulit berkonsentrasi.
- Bangun dengan mulut kering, sakit tenggorokan, atau sakit kepala.
- Mendengkur keras
- Bangun dengan terengah-engah.
4. Infeksi
Selain sleep apnea, penyabab berkeringat saat tidur lainnya adalah infeksi. Infeksi seperti Tuberkolosis (TBC) dan Brucellosis, atau bahkan masalah keringat ini bisa menandakan adanya gejala infeksi HIV. Selain itu, infeksi bakteri juga bisa menyebabkan keringat malam.
Baca juga: 6 Cara Mengatasi Bokong Keringat Berlebih yang Efektif
5. Stres dan kecemasan
Masalah mental seperti stres dan kecemasan ternyata juga bisa menjadi penyebab berkeringat saat tidur. Gejala lain dari kecemasan atau stres juga perlu mendapatkan penanganan khusus melalui terapis dalam membantu mengatasi semua gejala tersebut.
6. Kanker
Kondisi berkeringat di malam hari perlu Anda waspadai. Pasalnya, ini bisa menjadi pertanda awal kanker. Leukemia dan limfoma merupakan jenis kanker yang menyebabkan keluarnya keringat berlebih.
Untuk memastikannya, segeralah pergi ke dokter untuk memeriksa keluhan ini jika disertai penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, demam berkepanjangan, dan tubuh terasa lemas selama lebih dari 2 minggu.
7. Hiperhidrosis
Salah satu penyebab berkeringat saat tidur yang gampang dideteksi adalah hiperhidrosis. Penderita hiperhidrosis akan menghasilkan keringat berlebih, bahkan saat sedang berada di udara atau tempat sejuk dan saat sedang terlelap.
Umumnya, hiperhidrosis ditandai dengan keringat berlebih yang hanya terjadi di bagian tubuh tertentu, misalnya telapak tangan atau ketiak.
8. Hipoglikemia
Hipoglikemia merupakan kondisi dimana gula darah seseorang terlalu rendah. Hipoglikemia bisa membuat penderitanya mengeluarkan keringat kapan saja termasuk saat tidur. Kondisi ini biasa terjadi pada orang yang mengalami diabetes di mana kadar gula darah tidak stabil.
Cara mencegah berkeringat di malam hari
Kondisi ini terjadi karena berbagai faktor sehingga tidak ada solusi tunggal untuk menghentikannya. Jika keluhan ini terjadi bukan karena masalah kesehatan, terdapat beberapa cara pencegahan yang bisa diterapkan, sebagai berikut:
- Pastikan kamar tidur tetap sejuk.
- Tidak mengenakan pakaian dan seprai berbahan panas.
- Menghindari alkohol atau minuman panas sebelum tidur.
- Minum air dingin.
- Tidak berolahraga tepat sebelum tidur
- Hindari makanan lemak dan gula.
- Latihan pernapasan relaksasi sebelum tidur dan setelah bangun tidur.
Itulah beberapa penyebab berkeringat saat tidur malam beserta cara mencegahnya. Jika kondisi berkeringat tak kunjung hilang, segera mengunjungi dokter agar dapat diatasi secara tepat.***
Baca juga: Berkeringat Padahal Tak Berolahraga, Salah Satu Pemicunya Hiperhidrosis