Kesehatan
Ketahui 8 Langkah Pencegahan TBC agar Tidak Menularkan, Efektif!

Foto Ilustrasi (Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit yang cukup berbahaya. Pasalnya, penyakit sistem pernapasan yang disebabkan oleh infeksi bakteri ini termasuk penyakit yang mudah menular. Karena hal tersebut, penting rasanya untuk mengetahui langkah pencegahan TBC bagi sendiri dan tidak menularkan orang lain.
Berdasarkan data dari dari Profil Kesehatan Indonesia milik Kemenkes, diperkirakan ada 842.000 kasus TBC di Indonesia pada tahun 2018. Angka tersebut membuat Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara dengan kasus TBC paru terbanyak setelah India.
Tak boleh dipandang sebelah mata, penyakit ini bisa berdampak buruk pada tubuh Anda, bahkan mampu mengancam jiwa. Sumber penularannya berasal dari orang-orang yang telah terinfeksi bakteri TBC, yakni mycobacterium tuberculosis.
Baca juga: 7 Gejala TBC yang Patut Diwaspadai, Jangan Disepelekan!
Penderita TBC umumnya didominasi oleh orang dewasa. Tergolong sebagai penyakit yang sangat menular, tentu Anda bisa mencegahnya sebelum tertular dan menularkan. Lantas, apa saja langkah pencegahan TBC yang bisa dilakukan?
Berikut beberapa langkah pencegahan TBC yang telah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber.
Daftar isi
1. Tutup mulut saat bersin
Langkah pencegahan TBC yang pertama yaitu menutup mulut ketika bersin. Tuberkulosis akan menularkan melalui dahak dan air liur. Itulah mengapa perlu menutup mulut saat bersin dan batuk guna mencegah penularan ke orang lain.
Hindari menutup mulut dengan telapak tangan karena kuman yang menempel dapat berpindah saat berjabat tangan atau memegang orang lain. Akan lebih baik menggunakan tisu atau siku saat bersin. Setelah itu, pastikan mencuci tangan dengan sabun atau sanitizer berakohol. Seseorang yang mengalami gejala TBC sangat disarankan untuk menggunakan masker sebagai cara mencegah penularan penyakit.
2. Diagnosis tuberculosis
Jika mengalami gejala TBC, sebaiknya lakukan tes untuk mendiagnosis untuk membantu mencegah penularan tuberkulosis, khususnya untuk tenaga medis. Pedoman terbaru dari pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengharuskan sebagian besar petugas perawatan kesehatan mendapatkan skrining saat merawat penderita tuberkulosis.
3. Konsumsi makanan bergizi
Langkah pencegahan TBC berikutnya yaitu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi. Usahakan untuk makan makanan yang mengandung vitamin C untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Ppastikan mengonsumsi setidaknya 4-5 porsi sayuran dan buah setiap hari, serta istirahat yang cukup agar badan tetap fit.
4. Kurangi interaksi sosial
Selain mengonsumsi makanan sehat, langkah pencegahan TBC lainnya adalah mengurangi interaksi sosial atau menghindari kontak langsung. Langkah ini perlu dilakukan sebagai cara mencegah TBC. Bila memungkinkan, coba untuk beraktivitas atau tidur di ruangan yang terpisah.
Jika tidak memiliki kebutuhan mendesak, lebih baik perbanyak istirahat di dalam rumah. Apabila terpaksa, tidak lupa mengenakan masker, serta membatasi waktu bepergian dan tidak berlama-lama di tempat yang padat supaya tidak menyebarkan kepada orang lain.
5. Menuntaskan pengobatan
TBC tergolong penyakit yang tidak bisa sembuh dalam waktu singkat. Pengidap TBC biasanya akan mengonsumsi obat-obatan sesuai arahan dokter. Namun, beberapa orang kerap mengabaikan langkah pencegahab TBC ini dengan menghentikan pengobatan lebih awal atau melewatkan dosis obat.
Baca juga: Dokter RSUI Ingatkan Kasus Tuberkulosis Perlu Diwaspadai Saat Pandemi Covid-19
Padahal, hal tersebut membuat bakteri TBC bisa bermutasi yang memungkinkannya bertahan dari obat. Hal ini menghasilkan strain yang resisten terhadap obat sehingga lebih mematikan dan lebih sulit untuk diobati. Dokter mungkin merekomendasikan antibiotik jangka pendek agar tidak berkembang menjadi penyakit TBC aktif.
Obat-obatan yang umum untuk TBC laten, termasuk isoniazid, rifampisin, dan rifapentin (yang umum perlu dikonsumsi selama 3-9 bulan) tergantung pada obat dan kombinasi yang Anda gunakan.
6. Berolahrga
Seseorang yang sedang berjuang melawan TBC tetap harus berolahraga setiap hari. Mulailah dengan olahraga ringan seperti jogging selama 45 menit. Dengan begitu, sirkulasi darah nantinya bisa menjadi lancar sehingga mampu meningkatkan kekebalan tubuh Anda dan terbebas dari segala penyakit, yakni TBC.
7. Pastikan ventilasi yang memadai
Salah satu langkah pencegahan TBC yang tak boleh dilewatkan adalah memastikan ventilasi di rumah memadai. Bakteri penyebab TBC akan lebih mudah menyebar dalam ruangan yang kecil dan tertutup karena tidak ada sirkulasi udara.
Jika ventilasi dirasa kurang memadai, cobalah untuk membuka jendela supaya kualitas udara di dalam rumah menjadi baik dan sinar matahari juga bisa masuk ke dalam rumah. Selain itu, usahakan agar ruang selalu terpapar matahari.
Sebab, kuman penyebab TBC umumnya dapat bertahan hidup di udara bebas selama 1-2 jam, saat tidak adanya paparan sinar matahari. Pada kondisi gelap, lembap, dan dingin, kuman TB dapat bertahan berhari-hari, bahkan berbulan-bulan. Oleh sebab itu, biarkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk guna membasmi kuman-kuman yang tertinggal.
8. Vaksin
Langkah pencegahan TBC yang terakhiar adalah vaksin. Langkah ini merupakan pencegahan TBC paling dini. Cara ini bisa dilakukan pada anak. Jangan lewatkan pemberian vaksin Bacillus Calmette-Guerin (BCG) agar sang buah hati memiliki kekebalan terhadap bakteri penyebab TBC.
Itulah beberapa langkah pencegahan TBC. Selain cara itu, Anda juga perlu untuk rajin Mencuci Tangan, minum obat secara teratur, menginggkatkan Sistem Imun. Anda juga perlu memeriksakan diri ke dokter jika melakukan kontak dengan pasien TB aktif guna memastikan apakah Anda tertular atau tidak.***
Baca juga: Melawan Tuberkulosis, Indonesia dan Jerman Intensifkan Forum G20-G7 Merespon Krisis Kesehatan Global