Kesehatan
7 Fakta Tentang Stres Yang Jarang Diketahui
FAKTUAL-INDONESIA – Aktivitas yang padat sering membuat Anda tidak menyadari jika kondisi kesehatan mental sedang terganggu. Banyak fakta tentang stres yang belum kita ketahui sebelumnya, padahal kita sudah hidup berdampingan dengan stres itu sendiri diberbagai kondisi.
Stres adalah reaksi tubuh yang muncul saat seseorang menghadapi ancaman, tekanan, atau suatu perubahan. Stres juga dapat terjadi karena situasi atau pikiran yang membuat seseorang merasa putus asa, gugup, marah, atau bersemangat. Situasi tersebut akan memicu respon tubuh, baik secara fisik ataupun mental.
Stres tidak selalu berkonotasi negatif, namun pengucapannya, yang terlalu sering saja sudah cukup untuk menghempaskan banyak orang ke dalam kepanikan yang buta. Secara personal menghadapi stres tidak selalu aman terutama jika anda lemah. dilingkungan bisnis misalnya, kita sudah merasa gelisah hanya karena harus menanti delegasi pekerjaan yang menimbulkan stres.
Lalu, apa saja fakta tentang stres? Simak penjelasannya berikut ini.
Daftar isi
Prinsip dasar – Fakta Tentang Stres
Berikut 7 fakta tentang stres yang telah dirangkum:

Fakta tentang stres (Foto: Istimewa)
1. Pengetahuan orang tentang cara menghadapi stres sangat minim.
Sebuah survei terhadap 10.000 orang di Australia, menunjukan bahwa lebih dari 65 persen penduduk tidak tahu bagaimana menangani atau mengendalikan stres, atau berasa bahwa mereka tidak punya kemampuan untuk itu. Salah satu fakta tentang stres yang pertama adalah bahwa banyak yang harus belajar menangani stres atau faktor-faktor penyebab stres potensial dalam hidup mereka.
2. Stres dapat merupakan motivator yang sangat penting dan berpengaruh.
Apakah kamu megetahui fakta tentang stres nyatanya bisa sangat bermanfaat bagi kita. Jika kita mencemaskan atau mengkhawatirkan pencapaian tujuan tertentu, misalnya memenangkan sebuah pertandingan, lulus ujian atau mendapat promosi jabatan, maka kita tentu akan berusaha keras untuk itu.
Jadi, stres dapat mendorong kita, membantu kita untuk berprestasi dan mendapatkan hal-hal yang penting. Apabila kita tidak stres atau tidak peduli apakah tujuan kita tercapai atau tidak, maka kita mungkin tidak akan bekerja keras untuk berlatih, atau mempelajari keterampilan-keterampilan ekstra untuk meraihnya.
3. Stres yang berlebihan dan tak terkendali dapat sangat melemahkan dan menggerogoti kualitas hidup.
Kondisi ini tidak merangsang kita untuk bertindak, tetapi sebaliknya dapat menyebabkan kita membiarkannya dan menghancurkan kita. Kita akan mengalami berbagai gejala psikologis, fisik dan fisiologis yang merugikan, yang dapat merusak kemampuan untuk mencapai cara hidup yang bermanfaat dan bergairah.
4. Stres yang berlebihan sangat mempengaruhi kondisi fisik.
Kita tahu bahwa pada tahap tertentu, fakta tentang stres ini dapat menurunkan efektivitas sistem ketebalan tubuh dan tekanan pada penyakit-penyakit ringan seperti flu dan infeksi. Di samping itu, stres dapat menjadi penyebab tekanan darah tinggi dan sakit kepala, diare, kelainan dan penyakit lainnya.
5. Konsep aplikasi akal sehat ke dalam praktek yang sehat sangat penting.
Kita terlalu sering mengabaikan aspek kehidupan yang dapat menimbulkan stres berat. Kita bertindak seolah-olah hal-hal tersebut tidak penting atau terlalu mendasar sehingga akan teratasi dengan sendirinya, dalam hal :
- Menetapkan program olahraga tertentu
- Beristirahat sejenak dari pekerjaan secara teratur setiap hari
- Meluangkan waktu untuk kebersamaan dengan keluarga, suami atau istri
- berpikir positif, rasional, dan berorientasi solusi.
Hal-hal seperti ini tentu saja tidak bisa jalan dengan sendirinya, dan karenanya dapat menyebabkan kenyamanan hidup kita terganggu. Ada beberapa prinsip akal sehat yang tidak begitu sulit dalam aplikasinya, kebersihan tubuh misalnya. Kita mandi satu atau dua kali sehari, kuman-kuman pada kulit dan terutama bau badan yang bisa mengakibatkan teman-teman kita menjauh, dapat dilenyapkan. Ini adalah akal sehat dan kita melakukan praktek yang sehat pula, yakni mandi.
6. Faktor-faktor penyebab stres mempengaruhi kita sangat tergantung pada diri kita sendiri.
Yang kerap menjadi penyebab terbesar kesulitan yang menyiksa adalah diri kita sendiri. Namun pada kenyataannya, kita mudah sekali meyalahkan orang atau hal lain sebagai penyebab stres yang kita alami. Berdasarkan hasil penelitian, dalam 95 persen kasus, diri kita sendiri adalah pihak yang harus mengubah situasi mental yang menyulitkan ini menjadi eustress atau stres yang bermanfaat. Ada berita baik bagi yang mempunyai tantangan, yakni bahwa jika yang menjadi problem adalah stres, maka kita bisa mengendalikannya.
7. Beberapa bentuk stres sering menimbulkan peristiwa-peristiwa tragis
Kita sering melihat akibat, tetapi melupakan apa yang menjadi penyebab peristiwa tragis. Prosesnya kira-kira sebagai berikut:
- Stres > konsumsi alkohol berlebihan > kekerasan dalam rumah tangga
- Stres > pemikiran yang irasional > pembunuhan
- Stres > kerja berlebihan > gangguan kecemasan
Tidak sulit untuk memahami bagaimana konsumsi alkohol yang berlebihan dapat menimbulkan tindak kekerasan, bagaimana pemikiran irasional dapat mengakibatkan pembunuhan dan kerja berlebihan serta hidup yang tidak seimbang menimbulkan gangguan kecemasan, tetapi apakah yang menjadi penyebab konsumsi alkohol yang berlebihan? Apakah yang menyebabkan timbulnya pemikiran irasional? Apakah yang menyebabkan orang kerja berlebihan? Pada kasus ini, jawabannya adalah stres yang tidak dapat terkendali, karena orang mungkin tidak pernah belajar bagaimana mengendalikannya.
Stres bukanlah sesuatu yang harus disembunyikan karena malu misalnya, tetapi sama seperti tantangan lain dalam hidup, stres harus:
- Dihadapi dengan kepala tegak (‘Saya tidak takut menghadapinya’)
- Dihadapi dengan penuh percaya diri (‘Saya bisa menguasainya’)
- Dihadapi dengan berorientasi solusi (‘Apa yang harus saya lakukan terhadapnya?’)
- Dihadapi dengan determinasi (‘Saya akan mengendalikanya’)
- Dihadapi dengan penerimaan (‘stres adalah bagian dari hidup, sangat alamiah’)
- Dihadapi dengan perencanaan (‘bagaimana saya akan mengatasinya?’)
- Dihadapi dengan bantuan pihak lain jika diperlukan(‘Dari siapakah saya bisa mendapat petolongan?’)
Demikian pembahasan mengenai fakta tentang stres. Jadi kita harus benar-benar memahami stres, mewaspdi gejalanya dan selalu menggunakan teknik yang efektif untuk mengurangi, mengatur, dan memelihara stres.
Pingback: 6 Penyebab Nyeri Dada Sebelah Kanan, Jangan Disepelekan!