Kesehatan
Kenali 7 Dampak Buruk Buka Puasa dengan Junk Food bagi Tubuh

Ilustrasi junk food atau makanan cepat saji (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Bagi orang yang berpuasa, adzan magrib adalah momen yang ditunggu-tunggu. Ketika berbuka, sebagian orang seringkali memilih fast food atau makanan cepat saji untuk menyenangkan perut. Meski terdengar lezat, namun ternyata ada dampak buruk buka puasa dengan junk food yang jarang disadari.
Saat perut kosong, seseorang cenderung menilai seluruh makan menjadi lezat dan menggoda, misalnya fast food atau junk food. Makanan satu ini memang sangat lezat dikonsumsi namun dikenal sebagai makanan tidak sehat, terlebih jika dikonsumsi berlebihan.
Junk food mengandung gula, garam, lemak jenuh, hingga bahan pengawet yang bisa membahayakan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Padahal, Anda membutuhkan makanan sehat untuk mengganti asupan nutrisi setelah berpuasa. Lantas, apa saja dampak buruk buka puasa dengan junk food bagi kesehatan?
Baca juga: Berbukalah dengan Pola Makan Gizi Seimbang agar Kadar Kolesterol Terjaga Saat Berpuasa
Berikut beberapa dampak buruk buka puasa dengan junk food bagi kesehatan yang telah faktualid.com rangkum dari halodoc dan sehatq.
Daftar isi
1. Menaikkan berat badan
Dampak buruk buka puasa dengan junk food yang pertama yaitu menaikkan berat badan. Sudah dibahas sebelumnya, salah satu manfaat puasa adalah untuk menurunkan berat badan. Akan tetapi, berpuasa justru dapat menaikkan berat badan karena mengonsumsi makanan cepat saji.
Makanan cepat saji yang dikonsumsi saat berbuka dan sahur bisa berdampak pada program diet yang sedang dijalani. Makanan tersebut tinggi akan karbohidrat dan kalori namun minim serat sehingga menyebabkan kenaikan berat badan.
2. Tubuh jadi lemas dan mengantuk
Makan fast food ketika berbuka bisa berdampak tubuh menjadi lemas dan mengantuk. Ini terjadi karena kandungan gula pada junk food dapat menghambat produksi orexin, yakni senyawa kimia di dalam otak yang merangsang untuk tetap terbangun atau terjaga.
Dengan begitu, kemungkinan besar Anda bisa mengatuk ketika sholat tarawaih atau di siang hari setelah mengonsumsi makanan cepat saji. Jadi, semakin banyak gula yang dikonsumsi lewat fast food, Anda akan semakin mengantuk.
3. Meningkatkan risiko diabetes
Dampak buruk buka puasa dengan junk food berikutnya yaitu meningkatkan risiko diabetes. Tentu penyebab utamanya adalah kandungan gula dan lemak jenuk didalamnya sehingga dapat meningkatkan kadar trigliserida di dalam darah.
Dilansir dari Medical News Today, ketika kadar trigliserida di dalam darah tinggi, maka risiko diabetes tipe 2 dapat meningkat. Selain itu, makan fast food juga bisa menyebabkan resistensi insulin sehingga risiko diabetes tipe 2 bisa meningkat.
4. Meningkatkan asam lambung
Selain mengudang diabetes, dampak buruk buka puasa dengan junk food juga dapat meningkatkan asam lambung. Makanan cepat saji merupakan makanan yang tinggi lemak jenuh dapat memicu peningkatan asam lambung. Terutama, bagi pengidap maag.
Baca juga: Jangan Konsumsi 7 Makanan Ini Saat Berpuasa!
Makanan satu ini diketahui akan lebih sulit dicerna. Apabila tubuh tidak dapat mencernanya dengan sempurna, justru menyebabkan naiknya asam lambung. Akhirnya, Anda akan merasakan perut terasa mulas, dada sakit, dan tenggorokan seperti terbakar.
Jika hal tersebut tidak ingin terjadi selama berpuasa, sebaiknya jangan mengonsumsi fast food. Lebih baik ganti dengan makanan menyehatkan, seperti buah, sayur, kurma, dan lain sebagainya.
5. Tidak baik untuk jantung
Manfaat puasa memang dapat menyehatkan jantung. Namun, manfaat tersebut akan sia-sia jika Anda mengonsumsi junk food saat buka puasa. Junk food mengandung kandungan lemak jenuh dan trans.
Saat masuk kedalam perut, keduanya berpotensi menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) dan meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL). Apabila berbuka dengan makanan ini menjadi kebiasaan, sangat mungkin dalam meningkatkan risiko penyakit yang berkaitan dengan jantung dalam jangka panjang.
6. Memperlambat metabolisme tubuh
Salah satu dampak buruk buka puasa dengan junk food adalah memperlambat metabolism tubuh. Metabolisme adalah proses memecah nutrisi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil yang dibutuhkan tubuh.
Makan junk food hanya melepas sedikit energi tubuh untuk memetabolisme karbohidrat daripada makan makanan bergizi seimbang. Hasilnya, metabolisme tubuh akan melambat sehingga meningkatkan berat badan.
7. Merusak suasana hati
Dampak buruk buka puasa dengan junk food yang terakhir adalah merusak suasana hati. Dibandingkan makanan sehat, makanan cepat saji diketahui sangat minim gizi. Pada akhirnya, tubuh kesulitan memproduksi serotonin neurotransmitter yang memengaruhi suasana hati. Tidak hera jika makan fast food kerap dikaitkan dengan rasa cemas, depresi, dan mudah tersinggung.***
Baca juga: 8 Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Bersamaan, Salah Satunya Burger dan Kentang