Kesehatan
9 Tips atau Cara Menghilangkan Kebiasaan Mengisap Jempol pada Anak

Ilustrasi anak mengisap jempol (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Sebagian orang tua merasa biasa saja saat anaknya mempunyai kebiasaan mengisap jempol. Padahal, kebiasaan ini akan berdampak buruk pada perkembangan psikis dan gigi anak. Jika demikian, penting untuk mengetahui cara menghilangkan kebiasaan mengisap jempol pada anak.
Umumnya, kebiasaan mengisap jempol dilakukan mulai pada bayi yang baru lahir. Perilaku ini didasari oleh dua faktor, yaitu kebiasaan menyusui dan kebiasaan mengisap empeng atau dot agar bayi merasa nyaman.
Apabila Anda anak memiliki kebiasaan ini, segeralah untuk menerapkan cara menghilangkan kebiasaan mengisap jempol pada anak. Pasalnya, jika tidak diatasi dengan cepat akan menimbulkan dampak buruk.
Baca juga: Kenali Gejala Tipes Pada Anak dan Cara Mengatasinya
Saat anak mengisap jempol, dikhawatirkan kebiasaan ini akan membawa bakteri ikut masuk. Mengisap jempol masih terbilang wajar saat anak berumur 4-5 tahun. Lebih dari usia tersebut, dikhawatirkan akan menimbulkan dampak-dampak negatif
Berikut beberapa cara menghilangkan kebiasaan mengisap jempol pada anak yang telah faktualid.com rangkum dari sehatq dan klikdokter.
Daftar isi
Dampak buruk menghisap jempol
Sebelum membahas cara menghilangkan kebiasaan mengisap jempol pada anak, ada baiknya untuk mengetahui apa saja dampak negatif dari kebiasaan buruk ini. Berikut dampak buruk kebiasaan mengisap jari:
- Gangguan psikologis
Seorang anak dengan kebiasaan ini cenderung tidak peduli dengan keadaan di sekitarnya, terutama ketika di sekolah. Anak dengan kondisi ini juga bisa kehilangan konsentrasi saat belajar. Tak jarang anak dengan kebiasaan ini menjadi korban bullying di antara teman-temannya.
- Gangguan fungsi bicara
Menurut penelitian, anak yang salah mengucapkan huruf seperti T dan D bisa terjadi pada anak dengan kebiasaan ini. Mengisap jempol membuat si anak kerap menjulurkan lidah saat berbicara. Itu karena jempol berada pada posisi menahan ke bawan dan depan. Hal ini menyebabkan sejumlah anak mengeluarkan suara atau huruf yang dibaca terdengar salah.
- Berpotensi pada susunan dan lengkung gigi
Selain gangguan psikologi dan fungsi bicara, dampak buruk lainnya adalah berpengaruh pada susunan dan lengkung gigi menjadi tidak normal. Anak bisa saja mengalami lengkung gigi atas dan bawah menjadi menyempit karena kebiasaan buruknya tersebut.
Pasalnya, kondisi ini akan membuat langit-langit mulut akan semakin dalam, gigitan terbalik dan terbuka, posisi rahang bawah masuk ke dalam, dan ada celah di tengah-tengah gigi atas.
Baca juga: Orangtua Kerap Kaitkan Stunting dengan Keturunan sehingga Anak Kekurangan Nutrisi
Cara menghilangkan kebiasaan mengisap jempol pada anak
Ketika anak memiliki kebiasaan ini, orang tua tak perlu khawatir. Terdapat beberapa langkah atau cara menghilangkan kebiasaan mengisap jempol pada anak, sebagai berikut:
- Jangam langsung menyuruh anak untuk tidak mengisap jempol karena anak bisa marah atau frustrasi. Berikan empati dan pujian pada saat anak sudah tidak mengisap jempol.
- Berbicaralah pada anak bahwa Anda akan senantiasa membantunya mengatasi kebiasaan tersebut. Ketika berhasil, Anda bisa memberikan hadiah sebagai reward.
- Batasi waktu anak boleh mengisap jempolnya saat akan tidur di rumah, namun tidak boleh di depan umum. Jelaskan pada balita Anda bahwa ini hanya aktivitas menjelang tidur.
- Datang ke dokter gigi, supaya anak dapat mendengarkan penjelasan dari dokter mengenai dampaknya mengisap jempol. Sehingga, anak mau berusaha untuk menghentikan kebiasaannya.
- Biasanya anak mengisap jempol saat merasa tidak nyaman. Sebaiknya Anda fokus untuk menenangkannya, sambil mengatasi penyebab kecemasannya.
- Jangan memasangkan anak sarung tangan karena hal ini hanya membuat anak semakin frustrasi dan memperparah kebiasaannya. Bahkan, kebiasaan buruk ini bisa berlanjut hingga dewasa.
- Jangan menggunakan barang-barang yang ada di pasaran untuk menghentikan kebiasaan mengisap jempol.
- Praktekkan kesadaran diri anak. Kadang-kadang anak tidak sadar bahwa ia sedang mengisap jempol. Tanyakan pada anak, apakah dirinya tahu jika sekarang anak tersebut sedang mengisap jempol? Jika anak berkata tidak, bantulah sang buang hati untuk mengenali kebiasaan buruknya itu dan temukan cara lain untuk membuatnya nyaman. Misalnya, memegang selimut atau memeluk boneka.
- Ketika kebiasaan ini sudah memengaruhi posisi lidah, bibir, dan mulut, cara menghilangkan kebiasaan mengisap jempol pada anak adalah dengan terapi orofacial. Akan tetapi, terapi ini baru dapat diterapkan saat kebiasaan mengisap jempol sudah dihilangkan terlebih dulu.
Dengan mempraktikkan beberapa cara di atas akan membantu anak secara perlahan menghilangkan kebiasaan tersebut.***
Baca juga: Seperti halnya Orang Dewasa, Imunitas Anak-anak juga Harus Kuat














