Kesehatan
7 Bahaya Minum Obat Pelangsing, Salah Satunya Menopause Dini

Foto Ilustrasi (Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Memiliki badan yang ramping atau langsing menjadi dambaan banyak wanita. Tak sedikit yang mengonsumsi obat pelangsing untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal. Meski begitu, ternyata ada bahaya minum obat pelangsing yang perlu diketahui. Terlebih jika meminum obat tersebut sembarangan.
Sejumlah iklan obat pelangsing yang memperlihatkan perubahan bentuk tubuh secara instan membuat tak sedikit orang kepincut untuk mengonsumsinya. Perlu diingat, tidak semua obat pelangsing bekerja untuk memecah lemak tubuh, melainkan hanya berperan sebagai obat pencahar yang berfungsi dalam melancarkan buang air besar.
Para dokter juga mengatakan obat pelangsing umumnya memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan. Terutama akan berdampak buruk bagi beberapa organ vital, seperti jantung, ginjal, dan hati. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk tidak mengonsumsinya. Lantas, apa saja bahaya minum obat pelangsing?
Baca juga: Miliki Kandungan Antioksidan dan Zat Besi, Kismis Hitam Baik untuk yang Sedang Diet
Berikut beberapa bahaya minum obat pelangsing yang telah fakualid.com rangkum dari berbagai sumber.
Daftar isi
1. Ketergantungan
Bahaya minum obat pelangsing yang pertama yaitu ketergantungan. Seorang wanita yang sering mengonsumsi obat pelangsing cenderung akan sulit berhenti. Di beberapa kasus, ketika memutuskan untuk berhenti mengonsumsinya, justru berat badan naik.
Cara kerja obat pelangsing ini sama halnya saat mengonsumsi alkohol, rokok ataupun narkoba. Alasannnya adalah proses pembakaran hanya menggantungkan dari konsumsi obat pelangsing ini. Padahal seharusnya, pembakaran lemak wajib mengandalkan proses metabolisme tubuh sehingga menyebabkan kecanduan.
2. Diare

Foto Ilustrasi (Istimewa)
Diare atau gangguan pencernaan merupakan bahaya minum obat pelangsing yang umum terjadi. Penyebab diare pada obat ini dapat dipengaruhi oleh kandungan phentermine sehingga menjadi ketergantungan. Kondisi ini bisa terjadi disertai sembelit atau konstipasi, mulas berlebih, sampai mengeluarkan gas secara intens.
3. Peningkatan darah
Bahaya minum obat pelangsing berikutnya yaitu peningkatan darah. Konidis kerap dikaitkan pada seseroang yang mengonsumsi obat stimulan seperti phentermine (Adipex-P). Minum obat jenis ini tak hanya meningkatkan darah, namun juga menyebabkan insomnia, detak jantung yang cepat, kegelisahan, ketergantungan obat, dan penyalahgunaan.
Obat pelangsing mengandung sibutramina yang cukup berbahaya sehingga bisa meningkatkan gangguan kardiovaskular. Terlebih jika dikonsumsi tanpa resep dokter. Daripada menggunakan obat pelangsing, lebih Anda obat pelangsing dengan bahan alami.
4. Sakit perut
Selain peningkatakan darah, bahaya minum obat pelangsing lainnya adalah sakit perut. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang yang minum obat pelangsing orlistat. Obat tersebut akan berfungsi menghambat penyerapan lemak dapat menimbulkan reaksi sakit perut.
Rasa sakit perut itu akan terasa bersamaan dengan buang angin berlebihan. Tak jarang membuat tekstur feses menjadi berminyak. Efek tersebut memang terjadi sementara. Namun, apabila dibiarkan atau justru mengonsumsi makanan berlemak tinggi, dikhawatirkan kondisi akan memburuk.
5. Memengaruhi otak

Foto Ilustrasi (Istimewa)
Ada banyak jenis obat pelangsing, salah satunya adalah bupropion dan naltrexone (Contrave) untuk membantu mengurangi nafsu makan. Perlu diketahui, obat-obatan tersebut dapat memengaruhi neurotransmitter di otak yang bisa menyebabkan sakit kepala, mulut kering, pusing, serta efek samping mual muntah.
Baca juga: Waspadai Jamu Penambah Stamina, Pegal Linu dan Pelangsing, Ada yang Mengandung Bahan Kimia Obat
Bahaya minum obat pelangsing ini datang dari senyawa yang mengganggu fungsi otak dan mengirim sinyal untuk menghilangkan nafsu makan, atau ketergantungan yang membuatnya ingin terus diminum.
6. Detak jantung lebih cepat
Salah satu bahaya minum obat pelangsing adalah mempercepat detak jantung yang cenderung tidak teratur. Melansir detik, hal ini terjadi karena penyaringan obat di dalam darah membuat jantung bekerja keras untuk memompanya lebih kuat.
“Kandungan penthermine di dalam obat pelangsing menjadi salah satu yang menyebabkan jantung berdebar semakin cepat. Meningkatnya kerja detak jantung yang lebih cepat menyebabkan tekanan darah menjadi meningkat. Hal ini tentu bisa menjalar ke gangguan kardiovaskuler lainnya seperti stroke dan serangan jantung,” terang ahli gizi dan olahraga, Jansen Ongko Msc, RD.
7. Menopause dini
Bahaya minum obat pelangsing yang terakhir adalah menopause dini. Dampak buruk dari obat pelangsing yang paling umum adalah membuat orang yang mengonsumsinya jadi sering buang air kecil. Ketika urine keluar terlalu banyak, maka sirkulasi darah dalam indung telur jadi terganggu dan rusak, lalu mengakibatkan menopause dini.
Cara aman konsumsi dan obat pelangsing alami

Foto Ilustrasi (Istimewa)
Pada hakikatnya, mengonsumsi obat pelangsing memang masih boleh dikonsumsi. Namun, pahami aturannya, yakni sesuai rekomendasi dokter ahli dan penderitanya sudah melalui tahap skrining riwayat kesehatan terlebih dulu.
Selain itu, obat pelangsing juga bisa saja disarankan oleh dokter untuk kategori kondisi seperti berikut:
- Indeks massa tubuh (IMT) 30 atau lebih
- Penderita diabetes tipe 2.
- Berat badan tidak turun 0,45 kg selama seminggu, meski sudah rutin olahraga dan menjaga pola makan.
Daripada berisiko, akan lebih jika Anda mengonsumsi obat pelangsing dengan bahan alami, sebagai berikut:
- Ekstrak teh hijau
- Ekstrak kopi hijau
- Chitosan
- Chromium
- Acai beri
- Garcinia cambogia.
Itulah beberapa bahaya minum obat pelangsing dan cara minumnya beserta obat alami. Apabila ingin menurunkan berat badan dengan memakai obat pelangsing, sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu agar dokter dapat menentukan jenis obat pelangsing yang aman untuk Anda konsumsi.***














