Kesehatan

5 Bahaya Lemak Jenuh Bagi Kesehatan Beserta Tips Menghindarinya

Published

on

Bahaya lemak jenuh

Foto Ilustrasi (Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Pada dasarnya, lemak dibutuhkan tubuh untuk membantu menjalankan fungsi-fungsinya. Perlu diingat, ada dua jenis lemak, yakni baik (tak jenuh) dan jahat (jenuh). Tentu yang membahayakan tubuh adalah lemak tidak baik atau jenuh. Bahkan, ada sejumlah bahaya lemak jenuh yang bisa menyebabkan penyakit.

Lemak jenuh merupakan jenis lemak yang umumnya berasal dari hewan seperti unggas, daging merah, dan produk susu. Lemak jenuh atau jahat dikenal bisa mengancam kesehatan bagi tubuh. Meski begitu, Anda bisa boleh memakan makanan yang mengandung lemak jenuh namun perlu dibatasi.

Akan lebih jika menghindari jenis lemak satu ini. Lemak tidak baik seringkali disebut sebagai penyebab utama penyakit jantung, meningkatkan kadar lemak, dan kolesterol. Beberapa menyebut bahwa lemak tak jenuh bisa menyebabkan kematian. Lantas, apa saja bahaya lemak jenuh bagi kesehatan?

Baca juga: Minyak Jagung sebagai Alternatif Asupan Lemak bagi yang Berkolesterol Tinggi

Berikut beberapa bahaya lemak jenuh berlebihan bagi kesehatan yang telah faktualid.com rangkum dari hellosehat dan sumber lainnya.

1. Kolesterol tinggi

Bahaya lemak jenuh yang berlebihan, yang pertama yaitu kolesterol tinggi. Seseorang umumnya memperoleh lemak jenuh dari hewan, seperti kulit ayam, produk susu kental manis, dan minyak kelapa. Ketika Anda konsumsi lemak jenuh lebih banyak daripada lemak tidak jenuh, ini bisa membuat kolesterol tinggi.

Advertisement

Nantinya, kondisi akan berisiko mengakibatkan gangguan kardiovaskuler. Untuk itu, dianjurkan untuk mengonumsin lemak perhari sekitar menurut Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) Indonesia.

Pasalnya, satu porsi makanan cepat saji mengandung 28 gram lemak (41,2% dari energi total) dan dua buah gorengan mengandung 18,8 gram lemak (28,1% dari energi total) di dalamnya.

2. Tingkatkan risiko jantung koroner

Kolesterol jahat (LDL) merupakan lemak yang berbentuk mirip lilin. LDL dan dan trigliserida yang meningkat akan menumpuk dan membentuk plak di dalam pembuluh darah jantung. Pada akhirnya, kondisi ini membuat pembuluh darah akhirnya menyempit.

Hal tersebut berakibat pada aliran darah ke jantung terhambat. Alhasil, bahaya lemak jenuh bisa menyebabkan penyakit jantung koroner. Tak hanya itu, penyempitan pembuluh darah membuat Anda lebih mudah mengalami gangguan otot jantung yang dapat menyebabkan kematian akibat serangan jantung.

3. Peradangan

Bahaya lemak jenuh berikutnya yaitu peradangan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa efek negatif dari lemak jenuh bisa mengakibatkan peningkatan peradangan, kanker, dan penurunan mental. Beberapa studi lainnya menunjukkan bahwa lemak jahat ini mampu mendorong peradangan dengan meniru perilaku racun bakteri yang disebut lipopolisakarida.

Advertisement

Racun bakteri tersebut diketahui memiliki perilaku imunostimulan (menstimulasi imun tubuh) yang kuat dan dapat menyebabkan peradangan.

Baca juga: 10 Manfaat Madu Kelulut bagi Kesehatan, Salah Satunya Mengatasi Peradangan

4. Memengaruhi kondisi psikologis

Salah satu bahaya lemak jenuh adalah dapat memengaruhi kondisi psikologis. Hal ini sudah dibuktikan oleh penelitian yang kemungkinan bahayanya memiliki efek buruk pada kondisi mental, nafsu makan, dan metabolisme.

Meski begitu, ada juga kekhawatiran bahwa penurunan fungsi mental mungkin terkait dengan makanan olahan dan tidak hanya lemak jenuh. Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut gua memastikan hubungan potensial tersebut.

5. Menaikkan berat badan

Bahaya lemak jenuh yang terakhir adalah menaikkan berat badan. Makanan yang lezat seperti pizza, makanan yang dipanggang, dan makanan yang digoreng memiliki banyak kandungan lemak jenuh memang sangat menggoda.

Akan tetapi, makanan tersebut menyimpan banyak kandungan lemak jenuh. Ketika dikonsumsi, makanan itu akan menambah kalori sehingga berat badan semakin bertambah. Semua lemak mengandung 9 kalori per gram lemak. Jumlah ini lebih banyak dua kali dari jumlah yang ditemukan dalam karbohidrat dan protein.

Advertisement

Tips menghindari lemak jenuh

Setelah menngetahui apa saja bahayanya, penting rasanya mengetahui tips menghindari lemak jenuh, sebagai berikut:

  • Baca label kandungan nutrisi yang biasanya tertera pada kemasan produk sebelum Anda membelinya. Untuk pria, disarankan tidak mengonsumsi lebih dari 30 gram lemak jenuh setiap harinya, sedangkan wanita tidak lebih dari 20 gram.
  • Hindari memasak dengan cara digoreng dan usahakan untuk mengolah makanan dengan cara dipanggang, direbus, dan dikukus. Misalnya, jika terbiasa masak ayam goreng, Anda bisa mengolahnya menjadi pepes atau soto.
  • Konsumsi daging tanpa lemak. Anda bisa membuang lemak yang masih menempel pada daging sebelum mengolahnya.
  • Pilih produk olahan susu dengan kandungan lemak rendah, seperti yoghurt atau susu rendah lemak.
  • Pilih minyak sehat, seperti minyak zaitun atau minyak jagung, untuk memasak atau mengolah makanan.
  • Tambahkan buah, sayur, biji-bijian, dan kacang-kacangan pada menu makan Anda untuk memenuhi asupan nutrisi sehari-hari.
  • Hindari makanan bersantan yang biasanya mengandung lemak jenuh tinggi. Utamakan untuk memilih hidangan sayur, ikan, dan daging ayam dibandingkan daging merah.
  • Konsumsi telur rebus lebih baik daripada telur celpok atau dadar yang digoreng.
  • Bila Anda penggemar kopi, hindari menambahkan krim atau susu ke dalamnya.
  • Untuk camilan, pilihlah buah-buahan atau kacang-kacangan daripada cokelat, donat, atau biskuit.

Itulah beberapa bahaya lemak jenuh besera tips menghindarinya. Mulai saat ini, cobalah untuk mengurangi asupan lemak jenuh setiap hari dengan mengubah pola makan. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Kenali 5 Bahaya Makan Daging Babi yang Berisiko Mengancam Kesehatan

Exit mobile version