Connect with us

Kesehatan

6 Bahaya Cubit Pipi Bayi yang Perlu Diketahui Orang Tua

Diterbitkan

pada

bahaya cubit pipi bayi

Ilustrasi cubit pipi bayi (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Kelahiran bayi tentu merupakan hal yang dinanti-nanti bagi pasangan suami-istri dan keluarganya. Sebagai ungkapan gemas, tak jarang orang disekitarnya menyentuh atau mencubit pipi bayi secara spontan. Akan tetapi, ternyata ada banyak bahaya cubit pipi bayi yang perlu diketahui orang dewasa.

Bayi memang miliki pipi yang chubby sehingga sangat menggemaskan dan tidak tahan untuk melakukan sesuatu ketika melihatnya. Namun, kebiasaan cubit pipi bayi bisa membuat bayi rentan terhadap penyakit karena imunitas yang belum sempurna.

Kendati dianggap normal, mencubit pipi bayi nyatanya bisa menyebabkan bayi bisa menyebabkan dermatitis atopik. Apalagi jika mencubitnya sembarangan akan lebih mudah mengundang bakteri dan virus. Lantas, apa saja bahaya cubit pipi bayi bagi kesehatan Si kecil?

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi, Ibu Wajib Tahu!

Berikut beberapa bahaya cubit pipi bayi yang telah faktualid.com rangkum dari sehatq dan doktersehat.

1. Pilek

Bahaya cubit pipi bayi yang pertama yaitu pilek. Penyebab bayi terserang salah satunya adalah karena sentuhan orang disekitar yang membawa virus, baik itu disentuh, diusap, ataupun dicubit pipinya. Virus tersebut akan menyerang hidung dan tenggorokan atau biasa dikenal pilek.

Advertisement

Hal ini disebabkan imunitas tubuh Si kecil belum bisa menangkal berbagai infeksi yang umum. Di tahun pertama, biasanya bayi akan mengalami pilek sebanyak 6-8 kali. Untuk itu, pastikan Anda selalu mencuci tangan agar terbebas dari virus ketika hendak menyentuh bayi.

2. Menggangu proses menelan

Meski tujuan mencubit pipi bayi sebagai ekspresi menggemaskan, tapi kebiasaan tersebut dapat mengganggu proses menelan. Otot pipi yang sering dicubit dapat mengalami kesulitan menelan karena berfungsi dalam proses menghisap, mengunyah, dan menelan.

Gangguan ini bisa membuat Si kecil merasa tidak nyaman dan kesulitan menghisap susu dari dot atau puting ibu. Apabila gangguan ini semakin parah, Anda perlu menerapkan pijat taktil dan oromotor.

3. Dermatis atopik

Bahaya cubit pipi bayi berikutnya yaitu dermatis atopik. Gangguan umum ini memang terlihat seperti alergi, tetapi sebenarnya bukan diakibatkan oleh alergi. Gejala yang muncul berupa kemerahan, kulit nampak kering, dan gatal.

Kendati begitu, eksim atopik ini bisa belum bisa dipastikan penyebabnya. Namun, bayi kemungkinan mempunyai risiko lebih tinggi mengalaminya saat anggota keluarganya memiliki riwayat penyakit ini. Selain itu, imun tubuh yang lemah dan faktor lingkungan dipercaya menyebabkan kondisi ini pada bayi.

Advertisement

Semua hal tersebut bisa terjadi melalui cubit pipi. Ketika dilakukan dengan tangan yang kotor, maka ada risiko terpapar zat alergi. Hal ini menyebabkan bayi yang kurang efektifnya mekanisme perlindungan kulit alami bayi dapat membuat kelembapan kulit berkurang. Hasilnya, kulit bayi lebih rentan kering dan kuman akan mudah masuk.

Baca juga: 5 Bahaya AC untuk Bayi Beserta Tips Aman Menggunakannya

4. Berpotensi berpengaruh pada bentuk wajah bayi

Selain dermatik atopik, bahaya cubit pipi bayi juga bisa berpotensi memengaruhi bentuk wajah bayi kelak. Seorang bayi memiliki otot dan tulang yang lembut dan terus berkembang. Secara tidak langsung, cubit pada pipinya berkaitan pada pertumbuhan otot pipi yang kemungkinan dapat berpengaruh pada bentuk wajah bayi nantinya.

Bahayanya bahkan bisa membuat wajah jadi terlihat tidak simetris antara sisi kiri dan kanan, miring atau rahangnya terlalu maju.

5. Melukai saraf sensorik bayi

Menyentuh dan mencubit pipi bayi bisa melukai saraf sensorik. Mengapa bisa? Hal ini dikarenakan pipi memiliki susunan saraf sensori yang sangat sensitif dan berkaitan dengan kemampuan bayi mengecap makanan, merasakan tekstur dan suhu menggunakan mulutnya.

Selain menggangu proses menelan, namun juga bisa berdampak bayi mudah muntah dan terlalu jijik terhadap tekstur tertentu, seperti benda berlendir.

Advertisement

6. Mengganggu pertumbuhan gigi bayi

Siapa sangka, bahaya cubit pipi bayi bisa mengganggu pertumbuhan gigi Si kecil. Jika pipi terlalu sering dicubit cenderung tumbuh tidak teratur, seperti miring atau maju, displasia, dan lainnya. Tak sampai disini, gangguan ini bahkan bisa menyebar pada gangguan kesehatan bayi, diantaranya fungsi mengunyah dan gangguan pencernaan.

Itulah beberapa bahaya cubit pipi bayi. Walau terlihat lumrah, sebaiknya Anda harus tegas terhadap orang yang gemas dan ingin mencubit pipi buah hatinya. Lebih baik mencegahnya dari sekarang daripada menyesal kemudian.***

Baca juga: 7 Cara Membersihkan Hidung Bayi agar Bersih dan Tidak Tersumbat

Lanjutkan Membaca
Advertisement