Kesehatan
Kenali 9 Gejala Alergi Kondom Lateks, Ada Alternatifnya Kok!

Foto Ilustrasi (Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Lateks merupakan salah satu bahan yang berasal dari pohon karet. Beberapa orang diketahui memiliki kulit yang sensitif terhadap lateks. Hal ini tentu akan sangat menggangu jika orang tersebut ingin berhubungan seksual dengan pasangan. Sebelum terjadi, pahami tentang gejala alergi kondom lateks.
Kondom adalah alat kontrasepsi yang cukup popular untuk mengendalikan kehamilan maupun mencegah penularan infeksi menular seksual (IMS). Dari banyaknya jenis kondom, kondom lateks menjadi yang paling umum dipasaran. Selain kondom, sebenarnya sarung tangan medis juga terbuah dari lateks.
Jika bereaksi terhadap sarung tangan lateks, tangan Anda mungkin gatal atau teriritasi. Tidak bisa dibayangkan jika alergi ini terjadi pada area intim. Melansir WebMD, Wanita lebih sering ditemukan memiliki gejala alergi kondom lateks dibandingkan pria.
Baca juga: 7 Jenis Kondom Wajib Anda Ketahui Sebelum Menggunakannya
Jika dipaksakan, kondom dapat memicu reaksi yang lebih parah karena sensitivitas selaput lendir vagina. Lebih mudah bagi lateks untuk memasuki aliran darah melalui selaput lendir daripada kulit biasa. Lantas, apa saja gejala alergi kondom lateks?
Berikut beberapa gejala alergi kondom lateks yang telah faktualid.com rangkum dari WebMD dan halodoc.
Daftar isi
Gejala alergi kondom lateks
Tanda dan gejala alergi kondom lateks umumnya sama seperti gejala alergi lainnya. Pembengkakan dan gatal-gatal adalah gejala umum dari alergi lateks. Jika Anda terpapara lateks, Anda mungkin mengalami reaksi yang lebih parah, yang dapat mencakup:
1. Gatal-gatal
Gatal merupakan gejala paling umum akibat alergi kondom lateks, baik ringan ataupun berat. Pada laki-laki, rasa gatal bisa terjadi pada sekitar batang penis dan pangkal paha. Sedangkan pada perempuan rasa gatal terjadi di sekitar vagina dan vulva.
2. Ruam
Seseorang yang memiliki alergi tersebut dan terpapar bahan lateks seperti kondom, nantinya akan muncul muam bisa terjadi dalam waktu 8 jam setelah kulit kontak langsung. Ruam akan disertai gatal dan warna kulit berubah menjadi kemerahan.
3. Melepuh
Jika Anda sudah cukup lama terpapar kondom lateks, tidak menutup kemungkinan berakibat kulit melepuh yang cukup menyakitkan. Kendati demikian, ini bisa jadi merupakan indikasi sistem kekebalan tubuh yang mencoba bertahan terhadap efek lateks dalam kondom.
4. Anafilaksis
Dalam kasus yang parah, anafilaksis, reaksi alergi yang mengancam jiwa. Alergi ini membutuhkan bantuan medis karena menyebabkan gangguan pernapasan, pembengkakan di bibir, lidah, atau tenggorokan, serta nyeri dada atau detak jantung yang cepat.
Penanganan anafilaksis yang terlambat bisa menyebabkan kematian akibat penyempitan saluran udara.
Baca juga: 6 Penyebab Penis Lecet, Ketahui juga Cara Mencegahnya
Gejala alergi kondom lateks lainnya:
- Bersin
- Hidung meler atau tersumbat
- Mata gatal dan berair
- Kesulitan bernapas
- Pembengkakan di tenggorokan.
Alternatif untuk Kondom Lateks
Seseorang yang mempunyai alergi kondom lateks tak perlu khawatir, pasalnya masih ada solusi yang bisa dilakukan. Berikut alternatif selain kondom lateks:
- Kondom wanita. Kantungnya terbuat dari silikon dan memiliki cincin fleksibel yang menawarkan kecocokan yang aman. Mirip dengan kondom lateks, kondom wanita memiliki lapisan pelumas untuk memudahkan pemasangan. Kondom ini melindungi dari PMS dan kehamilan.
- Kondom kulit domba. Kondom yang terbuat dari kulit atau usus domba dan merupakan kondom yang sepenuhnya hipoalergenik. Kondom ini memiliki karakteristik pori-pori yang besar (10 kali lebih besar dari diameter HIV dan 25 kali lebih besar dari virus hepatitis B) sehingga meskipun dapat mencegah kehamilan, kondom jenis ini masih memungkinkan penularan IMS. Harganya pun juga lebih mahal jika dibandingkan dengan kondom lateks.
- Kondom poliuretan. Kondom jenis ini terbuat dari plastik, bukan lateks. Anda terlindungi dari PMS dan kehamilan, tetapi tidak seefektif kondom lateks. Kondom poliuretan dapat terlepas saat berhubungan seks dan harganya lebih mahal daripada kondom lateks.
- Kondom poliisoprena. Kondom yang terbuat dari karet sintetis dan tidak memiliki protein yang sama dengan karet alam dari pohon karet. Kondom poliisoprena cenderung menawarkan lebih banyak peregangan daripada kondom lateks biasa. Kondom jenus ini melindungi dari PMS serta kehamilan.
Itulah beberapa gejala alergi kondom lateks beserta alternatifnya. Jika mengalami ketidaknyamanan setelah pemakaian kondom lateks atau menjumpai gejala yang telah disebutkan, temui dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.***
Baca juga: 5 Efek Samping Tisu Magic yang Perlu Anda Ketahui