Kesehatan
Waspada! 6 Risiko Tidur Setelah Sahur Bagi Kesehatan

ilustrasi: risiko tidur setelah sahur
FAKTUAL INDONESIA – Pada bulan suci ramadhan, sahur merupakan momen yang biasa dilakukan untuk mengisi energi sebelum menjalani puasa seharian. Namun, terdapat kebiasaan yang kurang bagus dan sering dilakukan oleh banyak orang setelah sahur yaitu langsung kembali tidur, tanpa menyadari adanya risiko tidur setelah sahur yang bisa berdampak pada kesehatan tubuh kamu. Tidur setelah sahur bisa menimbulkan berbagai dampak yang kurang baik bagi kesehatan tubuh dan tentunya bisa menghambat ibadah puasa yang sedang kamu lakukan.
Kebiasaan tidur setelah sahur jika dilakukan secara terus menerus akan membuat tubuh terasa kurang nyaman saat melakukan aktivitas. Jadi, penting untuk kamu memahami apa saja risiko yang akan terjadi. Berikut Faktualid.com rangkumkan untuk kamu dari berbagai sumber beberapa risiko tidur setelah sahur yang akan terjadi pada kesehatan tubuh kamu.
Baca Juga : 7 Bahaya Makan Menjelang Tidur bagi Kesehatan, Sudah Tahu?
Daftar isi
Waspada! 6 Risiko Tidur Setelah Sahur Bagi Kesehatan
-
Asam Lambung Naik
Risiko tidur setelah sahur yang pertama yaitu terjadinya asam lambung yang naik pada tubuh kamu. Hal ini bisa terjadi karena pada kondisi kamu sedang tidur setelah sahur, maka sistem pencernaan tidak mencerna makanan dengan baik. Jadi, lambung akan meningkatkan produksi asam lambung untuk mempercepat prosesnya.
Selain itu, dengan posisi tidur setelah sahur akan menyebabkan asam lambung dalam perut naik lagi mengalir ke kerongkongan. Lalu apa yang terjadi? Asam lambung yang naik bisa menyebabkan nyeri ulu hati, panas pada tenggorokan juga perut mulas.
Baca Juga : 8 Cara Memperbaiki Kualitas Tidur saat Puasa, Mudah Kan?
-
Sembelit
Risiko tidur setelah sahur selanjutnya yaitu bisa membuat sembelit. Tubuh manusia biasanya memerlukan waktu selama 2 jam untuk mencerna makanan sampai lambung menjadi kosong. Lalu, sisa-sisa makanan akan dipindah ke usus untuk nantinya menjadi feses. Namun, jika kamu tidur setelah sahur maka kamu akan memperlambat proses pencernaan makanan sehingga makanan akan menjadi terlalu dalam ada dalam perut.
Dengan banyaknya timbunan makanan dalam perut yang tidak kunjung dicerna, maka akan membuat sembelit. Hal ini karena usus akan menyerap banyak cairan dari feses sehingga membuat feses menjadi lebih kering dan padat akibatnya kita perlu usaha lebih keras untuk mengeluarkannya.
-
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)
Selain bisa menyebabkan asam lambung naik, risiko tidur setelah sahur juga bisa berkembang menjadi Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). GERD bisa terjadi karena klep pemisah antara lambung dan tenggorokan tidak tertutup sempurna, akibatnya asam lambung bisa mengalir kembali ke kerongkongan.
Jika sudah terkana GERD biasanya asam lambung akan lebih sering terjadi, setidaknya dua kali dalam seminggu. Oleh karena itu, penting untuk menghindari langsung tidur setelah sahur.
Baca juga: 7 Tips Agar Puasa Tidak Lemas dan Bertenaga, dijamin Efektif
-
Tubuh Menjadi Lemas
Risiko tidur setelah sahur yaitu bisa membuat tubuh menjadi lemas. Jika kamu langsung tidur setelah sahur, maka tubuh akan menggunakan lebih banyak energi untuk mencerna makanan dibandingkan aktivitas lainnya. Akibatnya, energi yang seharusnya bisa kamu gunakan untuk berbagai aktivitas saat sedang berpuasa, justru terserap oleh pencernaan sehingga akan membuat tubuh kamu menjadi lebih lemas.
Selain itu, setelah makan tubuh juga akan menghasilkan hormon seperti serotonin dan melatonin yang bisa memicu rasa kantuk. Jadi, jika kamu tidur langsung setelah sahur dengan waktu yang lama, maka saat terbangun kamu akan merasa lebih berat dan lambat dalam merespon. Hal ini akan membuat tubuh menjadi kurang segar dan lemas.
-
Terjadinya Kenaikan Berat Badan
Kenaikan berat badan bisa menjadi risiko tidur setelah sahur lainnya. Tidur setelah sahur bisa menghambat proses pencernaan makanan. Sehingga kalori dari makanan yang seharusnya bisa dibakar, justru dibiarkan menumpuk begitu saja di dalam tubuh. Lalu apa saja akibatnya? Perut akan terasa membuncit dan begah lalu menyebabkan kenaikan berat badan.
Melakukan kebiasaan tidur setelah sahur secara terus menerus akan membuat lemak tubuh semakin menumpuk, apalagi jika makanan sahur yang kamu konsumsi tinggi karbohidrat dan lemak.
Baca Juga :Kurangi Risiko akibat Kurang Tidur, Terapkan Kebiasaan Istirahat yang Baik di Bulan Ramadhan
-
Memicu Terjadinya Stroke
Risiko tidur setelah sahur lainnya yaitu bisa memicu terjadinya stroke. Sesaat setelah makan, akan terjadi berbagai perubahan seperti perubahan kadar gula darah, kolesterol juga tekanan darah yang memungkinkan memicu terjadinya stroke.
Jika tidur setelah sahur dilakukan dalam jangka panjang, maka otak bisa mengalami stroke. Stroke yang berhubungan dengan kebiasaan tidur setelah makan adalah stroke iskemik yang terjadi akibat penyumbatan pada pembuluh darah otak.
Itulah beberapa risiko tidur setelah sahur yang telah Faktualid.com rangkumkan untuk kamu dari berbagai sumber. Untuk menghindari berbagai risiko yang akan terjadi, maka hindarilah tidur setelah sahur. Kamu bisa melakukan aktivitas ringan setelah sahur agar tubuh kamu bergerak sehingga menghindari kebiasaan tidur setelah sahur.