Kesehatan

Perkembangan Digitalisasi di Dunia Kesehatan Usai PandemI Tumbuhkan Kesadaran Individu

Published

on

Foto: Istimewa

FAKTUAL-INDONESIA: Ketua Dewan Pengawas Aliansi Telemedika Indonesia (ATENSI) Bayu Prawira Hie memprediksi perkembangan digitalisasi di dunia kesehatan Indonesia akan membuat peran dan kesadaran individu atas kondisi kebugaran masing-masing lebih besar.

“Yang berkembang nanti adalah partisipasi dari individu,” kata Bayu dalam webinar kesehatan, Sabtu (18/9/2021).

Kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19 serta munculnya gawai-gawai canggih yang membantu individu mengecek kesehatan secara mandiri seperti smartwatch punya peran dalam perkembangan tersebut. Dengan data yang mereka dapatkan melalui gawai, individu bisa mengetahui serta lebih sadar dan peduli atas kesehatannya, atau menerapkan langkah pencegahan agar tetap bugar.

“Tanggung jawab kesehatan yang tadinya dibebankan ke dokter atau ahli kesehatan bisa melibatkan masyarakat,” ujarnya.

Peran digital dalam dunia kesehatan, tutur Bayu, sangat terlihat di tengah penanganan pandemi Covid-19. Kehadiran telemedisin membantu masyarakat yang ruang geraknya terbatas untuk bisa tetap berkonsultasi dengan dokter mengenai kesehatan secara daring. Aplikasi telemedisin membuat masyarakat bisa berkonsultasi kepada ahli kesehatan tanpa harus keluar rumah, sebab mereka bisa mengaksesnya lewat gawai masing-masing.

Advertisement

Peran digitalisasi dalam dunia kesehatan, ucapnya seperti dikutip dari antaranews.com, membuat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan menjadi semakin mudah, sehingga kualitas hidup masyarakat meningkat. Perkembangan ini juga harus bisa memangkas biaya kesehatan tanpa menurunkan kualitas yang didapat masyarakat.

Ke depan, ujarnya, diharapkan digitalisasi di dunia kesehatan tak hanya fokus kepada Covid-19 yang membuat penanganan penyakit kronis lain jadi terlantar karena tenaga kesehatan sibuk menangani pasien yang terpapar virus corona.

“Contohnya manajemen TB cukup terlantar karena fokus kita kepada Covid-19, jadi orang meninggal bukan cuma karena Covid-19, banyak sebab lain. Jadi apa yang dipelajari dari kasus pandemi ini bisa diterapkan juga ke kasus lain terutama penyakit menular dan kronis lain, katanya.***

Advertisement

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version