Kesehatan
Imbauan Reisa Terkait Post Covid-19 Syndrome Telah Diteliti di China

Foto: Istimewa
FAKTUALid – Para penyintas Covid-19 diimbau juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro agar memeriksakan diri ke dokter bila masih merasa Post Covid-19 Syndrome atau yang mengalami gejala berkelanjutan pasca sembuh.
“Kalau merasa masih ada gangguan kesehatan yang masih berlanjut, maka segera konsultasi ke dokter, cari saran untuk mengendalikan dan menyembuhkannya,” ujar Reisa dalam konferensi pers PPKM yang dipantau secara virtual dari di Jakarta, Jumat (27/8/2021).
Imbauan Reisa terkait post Covid-19 syndrome itu telah diteliti di China.
Di sana, telah dilakukan penelitian terhadap 1.276 pasien dari Wuhan, yang dipublikasikan di The Lancet.
Sebagian besar gejala Covid-19 pada pasien yang dirawat di rumah sakit, demikian hasil penelitian itu, sembuh dalam waktu 12 bulan. Namun, sekitar setengahnya masih mengalami setidaknya satu gejala terus menerus.
Sekitar satu dari tiga orang masih mengalami sesak napas dan gangguan paru-paru tetap pada beberapa pasien, terutama mereka yang pernah mengalami penyakit Covid-19 paling parah (dalam 12 bulan, 35,7% pasien yang menjalani tes kesehatan paru tambahan mengalami gangguan difusi—berkurangnys aliran oksigen dari paru-paru ke aliran darah).
Secara keseluruhan, para penyintas Covid-19 kurang sehat dibandingkan orang-orang dari komunitas luas yang belum terinfeksi virus SARS-CoV-2 (sesuai berdasarkan usia, jenis kelamin, dan kondisi yang sudah ada sebelumnya), seperti dikutip dari Medical Xpress, Sabtu (28/8/2021).
Profesor Bin Cao, dari Pusat Nasional untuk Pengobatan Pernafasan, Rumah Sakit Persahabatan China-Jepang, China, mengatakan, “Penelitian kami adalah yang terbesar hingga saat ini dalam menilai hasil kesehatan dari para penyintas Covid-19 yang dirawat di rumah sakit setelah 12 bulan jatuh sakit. Sementara sebagian besar mengalami pemulihan yang baik, masalah kesehatan tetap ada pada beberapa pasien, terutama mereka yang telah sakit kritis selama mereka tinggal di rumah sakit. Temuan kami menunjukkan bahwa pemulihan untuk beberapa pasien akan memakan waktu lebih lama dari satu tahun, dan ini harus diperhitungkan saat merencanakan pemberian pelayanan kesehatan pascapandemi.”
Efek jangka panjang dari Covid-19 telah banyak dilaporkan dan menjadi perhatian yang meningkat. Sebuah studi sebelumnya (oleh peneliti yang sama) melaporkan hasil dari 1.733 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit setelah enam bulan menemukan bahwa sekitar tiga perempat pasien memiliki masalah kesehatan yang terus-menerus.
Studi terbaru ini melibatkan 1.276 pasien dari kelompok yang sama untuk menilai status kesehatan mereka setelah 12 bulan. Rata-rata (median) usia pasien yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah 57 tahun. Hasil pasien dilacak untuk rata-rata (median) 185 hari (pemeriksaan enam bulan) dan 349 hari (pemeriksaan 12 bulan).
Kelelahan atau kelemahan otot adalah gejala yang paling sering dilaporkan dengan sekitar setengah dari pasien mengalami ini dalam enam bulan (52%, 636/1.230), turun menjadi satu dari lima pasien dalam satu tahun (20%, 255/1.272). Hampir sepertiga pasien melaporkan mengalami sesak napas pada 12 bulan, yang sedikit lebih tinggi dari pada enam bulan (30% pada 12 bulan [380/1.271] vs 26% pada 6 bulan [313/1.185]).
Ini lebih umum pada pasien yang paling parah sakitnya dan telah menggunakan ventilator selama mereka di rumah sakit (39%, 37/94), dibandingkan dengan mereka yang tidak memerlukan perawatan oksigen (25%, 79/317). Dibandingkan dengan pria, wanita 1,4 kali lebih mungkin melaporkan adanya kelelahan atau kelemahan otot, dua kali lebih mungkin melaporkan adanya kecemasan atau depresi, dan hampir tiga kali lebih mungkin mengalami gangguan difusi paru-paru setelah 12 bulan.***