Kesehatan

Ditampik, Anggapan hanya Vaksin Covid-19 Moderna yang Aman bagi Penderita Autoimun

Published

on

Foto: Istimewa

FAKTUALid – Kalangan dokter menampik anggapan sebagian orang bahwa hanya vaksin Covid-19 Moderna yang aman untuk orang dengan autoimun.

Dokter spesialis penyakit dalam subspesialisasi hematologi dan onkologi medik di RSCM, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FACP salah satunya.

“Tidak benar hanya Moderna yang bisa untuk autoimun,” katanya dalam sebuah virtual media briefing mengenai kanker paru, Kamis (26/8/2021).

Aru yang menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) itu menyatakan, semua vaksin Covid-19 bisa diberikan pada mereka yang mengalami autoimun tergantung pada sejumlah hal seperti status penyakitnya apakah terkontrol atau tidak, pengobatannya dan kajian dari dokter masing-masing.

Penyakit autoimun merupakan suatu kondisi saat sistem kekebalan menyerang organ-organ tubuh sendiri. Sistem kekebalan tubuh biasanya dapat membedakan antara sel asing dan sel Anda sendiri. Tetapi pada mereka dengan autoimun, sistem kekebalan salah mengira bagian tubuh lalu melepaskan protein yang disebut autoantibodi untuk menyerang sel-sel sehat.

Advertisement

Saat ini diperkirakan ada lebih dari 80 jenis penyakit yang digolongkan dengan penyakit autoimun dan beberapa di antaranya yakni: lupus, multiple sclerosis, penyakit Graves dan tiroiditis Hashimoto.

Lebih lanjut, sama halnya seperti pasien autoimun, Aru juga menyarankan pasien kanker mendapatkan vaksin Covid-19. Pengecualian, ucapnya, diberikan pada pasien yang sedang mengalami penurunan kekebalan akibat kemoterapinya.

“Dokter onkologi yang bisa menyatakan dia bisa atau tidak (divaksin). Lebih baik siap untuk meng-handle efek samping dari vaksin, kadang-kadang hanya dengan istirahat atau diberi obat daripada kalau kena Covid-19,” ujarnya.

Hal senada juga dituturkan dokter spesialis penyakit dalam subspesialisasi hematologi-onkologi medik di RSCM, Dr. dr. Ikhwan Rinaldi, Sp.PD-KHOM, M.Epid. Dia mengatakan dokter nantinya yang memberikan rekomendasi pada pasien terkait bisa tidaknya dia disuntik vaksin Covid-19.***

Advertisement

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version