Kesehatan
Bisa Terjadi Pada Siapapun, Pengapuran Tulang Tak Bisa Dianggap Enteng

FAKTUALid – Pengapuran tulang biasanya terjadi pada mereka yang berusia lanjut. Tapi bukan berarti yang berusia muda tak mengalaminya.
Salah satu penyebab utama pengeroposan tulang, seperti dikutip dari alodokter.com, Selasa (7/9/2021), adalah osteoarthritis. Kondisi ini ditandai dengan peradangan sendi yang terjadi akibat penipisan bantalan di bagian ujung tulang.
Pengapuran tulang sering kali muncul tanpa gejala. Akan tetapi, jika kondisi ini menyebabkan terjadinya kerusakan pada struktur di sekitarnya, seperti otot dan ligamen, gejala berupa nyeri dan munculnya benjolan pun dapat terjadi.
Pengapuran juga kerap terdeteksi saat dilakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan Rontgen tulang.
Penyebab pengapuran tulang belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya pengapuran tulang, di antaranya:
– Faktor usia
Faktor usia memengaruhi kemungkinan seseorang terkena pengapuran tulang akibat osteoarthritis. Hal ini karena kondisi sendi dan kekuatan tulang umumnya akan menurun seiring pertambahan usia.
– Aktivitas sehari-hari
Padatnya aktivitas dan rutinitas sehari-hari juga memungkinkan sendi mendapat tekanan berlebih dalam jangka waktu lama. Misalnya, aktivitas mengangkat benda berat secara terus-menerus, berisiko menimbulkan cedera yang memicu terjadinya osteoarthritis penyebab pengapuran tulang.
– Riwayat penyakit
Beberapa jenis penyakit, seperti diabetes dan hemokromatosis, dapat menyebabkan pengapuran tulang akibat osteoarthritis. Obesitas juga dapat menyebabkan terjadinya kondisi ini, karena adanya beban berlebih pada sendi-sendi yang menahan berat tubuh.
Penanganan pengapuran tulang bisa dilakukan secara mandiri. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan akibat pengapuran tulang, di antaranya:
1. Menurunkan berat badan
Kelebihan berat badan diketahui bisa memengaruhi kesehatan sendi, terutama sendi di bagian tungkai. Hal ini karena sendi di bagian tersebut harus menopang beban tubuh lebih berat.
Sendi yang mengalami tekanan berlebihan dapat memperburuk pengapuran tulang yang diderita. Oleh karena itu, bisa dicoba berbagai cara untuk menurunkan berat badan.
2. Berolahraga secara rutin
Olahraga secara rutin penting dilakukan untuk menguatkan otot-otot di sekitar sendi yang mengalami pengapuran. Hal ini akan membuat sendi menjadi lebih stabil, sehingga dapat mengurangi tingkat keparahan osteoarthritis.
Pastikan olahraga yang dilakukan tidak berlebihan karena justru akan memperburuk masalah yang diderita. Berkonsultasilah dengan dokter untuk mengetahui olahraga yang tepat.
3. Menggunakan kompres hangat atau dingin
Pengapuran tulang akibat osteoarthritis dapat menimbulkan rasa sakit atau nyeri. Oleh karena itu, bisa digunakan kompres hangat atau air dingin untuk meringankannya.
Penggunaan kompres hangat bermanfaat untuk melemaskan otot, sedangkan kompres dingin dapat meredakan kram dan nyeri otot.
4. Memakai obat pereda rasa sakit
Pemakaian obat pereda sakit berupa krim atau gel yang dijual bebas di apotek juga bisa dilakukan. Krim atau gel pereda rasa sakit cocok dipakai pada sendi yang dekat dengan permukaan kulit, seperti persendian pada lutut dan jari-jari.
5. Menggunakan alat bantu
Alat bantu, seperti tongkat, dibutuhkan untuk memudahkan penderita pengapuran tulang saat beraktivitas. Penggunaan alat bantu umumnya digunakan untuk kondisi kerusakan tulang dan sendi yang cukup parah. Namun, untuk menentukan jenis alat bantu yang tepat, konsultasikan ke dokter.***