Kesehatan
Angkak Masih Diyakini Herbal Mujarab bila Terserang Demam Berdarah

Foto: Istimewa
FAKTUALid– Bila terserang demam berdarah dan dokter meminta agar kita menjalani rawat inap, maka obat yang diberikan adalah cairan infus yang bisa mengencerkan darah.
Selain infus, kita diberikan obat penurun demam, bukan obat untuk memerangi penyakit demam berdarah itu sendiri.
Saat demam berdarah terjadi penurunan trombosit hingga di bawah batas normal. Bila tak segera diatasi bisa fatal akibatnya.
Trombosit sangat penting untuk menghentikan pendarahan saat tubuh mengalami luka. Bila kadar trombosit sangat jauh di bawah normal, luka kecil yang dialami tubuh dapat menyebabkan pendarahan hebat dan mengancam nyawa seseorang.
Untuk demam berdarah yang ringan, pada umumnya dapat sembuh sendiri tanpa harus dirawat inap bila penderita meminum banyak air dan memperkuat daya tahan tubuh. Cukup berobat jalan saja.
Selain itu ada herbal lain yang bisa jadi obat demam berdarah yaitu angkak. Angkak lebih murah dan ampuh untuk mengobati demam berdarah.
Cara kerja angkak adalah dengan meningkatkan trombosit secara signifikan dan ini terbukti dalam sebuah penelitian yang menggunakan tikus putih. Lewat khasiat ini angkak dianggap ampuh sebagai obat demam berdarah.
Obat tradisional ini berwarna merah dan sudah dipercaya bertahun-tahun oleh dokter di Indonesia dalam penyembuhan penyakit DBD.
Angkak adalah salah satu jenis beras merah dari Tiongkok yang difermentasi dengan ragi Monascus purpureus.
Beras merah ini telah digunakan oleh masyarakat China dan hampir seluruh komunitas Asia di seluruh dunia sebagai pengawet makanan, agen pewarna makanan, campuran rempah masakan, dan juga bahan dalam anggur beras.
Di samping pamornya dalam dunia kuliner, beras angkak juga telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional China yang dipercaya bermanfaat untuk meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi gangguan pencernaan, seperti diare.
Terkait demam berdarah, angkak dapat menaikkan trombosit darah secara signifikan berkat efek antiperadangannya. Hal ini terbukti dalam sebuah penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang melaporkan bahwa adanya penurunan drastis dari kadar TPO (trombopoietin), tolak ukur utama dalam menilai keparahan infeksi DB dan potensi perdarahan yang mengancam nyawa, dalam sumsum tulang belakang pasien demam berdarah.
Angkak, dari hasil berbagai penelitian, memang terbukti dapat meningkatkan jumlah trombosit, yang merupakan poin penting dalam upaya penyembuhan pasien demam berdarah.***