Kesehatan
Abaikan Risiko, Joki Vaksinasi Disuntik Covid-19 Berkali-kali

Ilustrasi
FAKTUAL-INDONESIA: Kasus joki vaksin Covid-19 ternyata tak cuma ada di Indonesia. Di belahan dunia lain, ternyata ada yang rela menjadi joki vaksinasi untuk mewakili orang-orang yang ogah vaksin Covid-19.
Dilaporkan Brussel Times, seorang pria di Belgia ditahan setelah mencoba mendapatkan vaksin ke-9, mewakili mereka yang menolak vaksin Covid-19. Pria itu ditangkap di pusat vaksinasi Fossel-la-Vieille sesaat sebelum disuntik.
Aksinya ini terungkap setelah petugas di pusat vaksinasi kota Namur dan Charleroi memberi tahu polisi setelah mereka memperhatikan lelaki tersebut datang lagi untuk divaksin. Polisi yang menyamar sebagai petugas vaksinasi Covid-19 langsung menangkap pria itu sebelum dia mendapat dosis ke-9.
Menurut pengakuan lelaki tersebut, ia telah menerima delapan kali vaksin dan dibayar €100-150 (sekitar Rp1,6-2,4 juta) per satu kali suntik dari orang-orang anti vaksin untuk menggunakan identitas agar mereka mendapatkan Tiket Aman Covid-19. Di Belgia, hanya orang-orang yang sudah divaksin yang bisa mengunjungi bar dan restoran. Banyak pengusaha yang menuntut stafnya agar disuntik vaksin.
Beberapa “kliennya” yang menerima bukti vaksin secara salah telah diidentifikasi. Kantor kejaksaan mengatakan mereka bisa menghadapi hukuman 5 tahun penjara dan denda hingga €800 ribu atau sekitar Rp 12 miliar untuk pemalsuan dan penipuan melalui teknologi informasi.
Di Tanah Air; warga Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan bernama Abdul Rahim (49) yang mengaku pernah 16 kali disuntik vaksin virus corona (Covid-19) selama menjadi joki untuk 14 orang.
Abdul menyampaikan pengakuan tersebut lewat sebuah video berdurasi 31 detik yang kini telah viral di media sosial.
“Saya telah melakukan vaksinasi 14 orang pengganti vaksinasi. Adapun suntikan yang saya terima ada 16 kali,” kata Abdul Rahim dalam videonya, Senin (20/12/2021).
Abdul, sang joki vaksin Covid-19 menyebut praktik yang dilakukannya karena alasan ekonomi. Diketahui, Abdul sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan, sehingga merasa butuh pendapatan tambahan.
“Upah yang diberikan antara Rp 100 ribu hingga Rp 800 ribu,” ujarnya.
Pakar kesehatan menyayangkan aksi nekad mereka.
“Kecil kemungkinannya kesehatan pria itu berisiko karena terlalu banyak vaksinasi,” kata ahli virologi Steven van Gucht. “Tetapi dia juga belum tentu lebih terlindungi dari virus. Anda tidak dapat merangsang sistem kekebalan Anda tanpa henti,” seperti dikutip dari detik.com.
Ketua Tim Riset Uji Klinis vaksin Covid-19 dari Universitas Padjadjaran Kusnandi Rusmil pun menyebut aksi joki disuntik vaksin belasan kali bisa berisiko kerusakan hati.
Kusnandi lantas menyebut apa yang dilakukan Abdul sebagai sesuatu yang berbahaya dan menyalahi aturan.
“Menyalahi aturan. Bisa keracunan Obat. Hati bisa rusak,” kata Kusnandi seperti dikutip dari cnnindonesia.com, Rabu (22/12/2021).
Hal tersebut dikarenakan dosis vaksin yang berlebihan dimasukkan ke dalam tubuh orang tersebut dalam jarak waktu yang berdekatan.
“Oleh karena diberi vaksin yang sama dengan dosis yang berlebihan dalam waktu yg pendek,” jelas Kusnandi.***














