Kesehatan
Varian Baru Covid-19 Ada di Karawang dan Depok

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto: Istimewa)
FAKTUALid – Varian baru Covid-19 Delta sudah ada di Jawa Barat. Varian baru tersebut diketahui ada di Kabupaten Karawang dan Kota Depok.
Hal tersebut dikatakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam telekonferensi pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (21/6/2021).
“Varian baru Delta sudah hadir di Jawa Barat. Ini menandakan kita harus tetap waspada. Hadir di Karawang dan Depok,” ujar Kang Emil sapaan Ridwan Kamil.
Varian Delta tersebut berdasarkan kajian genome secuencing yang dilakukan labkesda dan ITB. Yang dikhawatirkan, tuturnya, angka kasus Covid-19 bakal cepat melesat.
“Varian ini penularannya akan lebih cepat dari varian sebelumnya, mudah-mudahan dengan berita ini kita tingkatkan kewaspadaan kita,” katanya.
Masyarakat, ujarnya, diharapkan tetap patuh dalam menjalankan protokol kesehatan. Hal ini, tuturnya, guna mencegah virus varian baru itu menyebar.
“Dengan kehadiran varian delta di Jabar, maka prokes 5M itu harus ditingkatkan lebih-lebih lagi, kalau bisa yang namanya memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan dan mengurangi pergerakan itu dipatuhi,” ucapnya.
Sementara itu Dinas Kesehatan Kota Depok sudah mengirimkan sampel swab ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) sejak akhir Mei lalu.
“Sudah kami kirimkan sampelnya. Hingga kini belum diketahui hasilnya. Sebab, harus mengantre dengan daerah lainnya yang juga melakukan uji sampel,” tutur Kepala Dinkes Depok Novarita seperti dikutip dari portal berita Pemkot Depok, Minggu (20/6/2021).
Sampel yang dikirimkan tersebut, ujarnya, dari pasien Covid-19 di Kota Depok. Pengiriman sampel pada pasien tersebut mengarah terinfeksi virus varian yang mempunyai beberapa kriteria.
Secara garis besar, ucapnya, tidak ada perbedaan gejala spesifik pada penderita dengan varian virus Covid-19. Namun terdapat indikasi ke arah mutasi virus Covid-19 tersebut, yaitu jika penularannya sangat cepat di suatu komunitas.
“Perlu dicurigai adanya mutasi varian virus Covid -19 jika hasil PCR positif dengan kriteria di antaranya seseorang yang sudah divaksin kembali terinfeksi, Lalu yang sudah sembuh dari Covid-19 terkonfirmasi kembali, dan seseorang yang datang dari luar negeri,” katanya.
Masyarakat, tuturnya, diharapkan tetap menjaga pola hidup sehat agar kekebalan tubuh terus meningkat. Selain itu juga terus menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.
“Tetap jaga imun dan terapkan protokol kesehatan agar terhindar dari penularan Covid-19,” ujarnya.***