Kesra
Penghasilan Disabilitas Penjaja Kopi Keliling Meningkat Berkat Motor Listrik Kemensos

Foto: Istimewa
FAKTUALid – Seorang penyandang disabilitas, Gading Ogi Saputra (17) berhasil mendongkrak omzet dagangannya sejak menerima bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Bantuan berupa motor listrik boks roda tiga yang sudah lama diimpikannya itu menjadikan jangkauan pedagang kopi keliling ini semakin meluas yang berujung pada kenaikan pendapatannya.
Gading sudah dua tahun berjualan kopi keliling di daerah asalnya Pekalongan. “Motor listrik roda tiga yang saya pakai ini adalah bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) sejak 15 Mei 2021 lalu,” ujarnya, Sabtu (19/6/2021).
Sebelum mendapat bantuan, penyandang disabilitas kaki yang tidak bisa berfungsi normal itu memang sudah berjualan kopi keliling. Keterbatasannya berjalan merangkak yang harus dibantu dengan kedua tangannya, membuat daya jangkau pasarnya sangat terbatas.
Motor listrik roda tiga yang kini dimilikinya telah merubah segalanya. Sang ibu, Susiati, yang selalu rutin membantu merapikan minuman, rokok, dan barang dagangan lainnya di boks motor listrik roda tiga milik Gading, sebelum berangkat.
Usai Shalat Magrib di Masjid Agung, Gading yang selalu beroperasi pukul 17.00 WIB hingga 23.00 WIB itu selalu standby di Alun-Alun Kabupaten Pekalongan. Gading memang memilih jualan malam hari, karena saat seperti itulah orang mulai berkumpul di alun-alun.
Tapi sejak punya motor listrik roda tiga, Gading bisa berjualan lebih jauh dari hanya sekedar di alun-alun. Salah satunya adalah orderan kopi lewat ponsel dari pelanggannya di kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan. Gading yang belum melayani pembeli itu langsung mengenakan helm dan meluncur ke Kantor Kejaksaan.
Di kantor itu, beberapa pegawai sudah menunggu, salah satunya adalah Beny Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Kabupaten Pekalongan. “Gading sangat membantu karena kantin di kantor tutup. Kita tinggal panggil Gading kalau butuh minuman dan rokok,” ujarnya.
Omzet jualan Gading pun melambung dari yang semula hanya Rp500 ribu perhari, kini menjadi Rp900 ribu. Dulu omzetnya rendah karena Gading tak mampu membawa aneka barang dagangan. Tapi setelah ada motor listrik boks tersebut, barang dagangan Gading menjadi lebih banyak dan bervariasi.
Dari keuntungan yang dia dapat, Gading bisa menyisihkan Rp200-300 ribu per hari untuk ditabung. “Di sini banyak komplek perkantoran. Hampir semua satpam kenal Gading, mereka selalu membeli kopi dan makanan dari Gading”, ujar Pendamping Penyandang Disabilitas Kabupaten Pekalongan, Purwoji.
Dia mengaku salut dengan rasa percaya diri dan semangat Gading yang belakangan semakin meningkat. Sejak bertemu langsung dengan Mensos, nama Gading semakin populer. Pertemuannya dengan Mensos dan bantuan motor listrik roda tiga itu membuat jumlah pelanggan kopi keliling Gading, terus bertambah.(Akbar Surya)***