Connect with us

Internasional

Hampir 50 Orang Dilparokan Tewas Akibat Sambaran Petir di Negara Bagian India

Diterbitkan

pada

Hampir 50 Orang Dilparokan Tewas Akibat Sambaran Petir di Negara Bagian India

Hampir 50 Orang Dilparokan Tewas Akibat Sambaran Petir di Negara Bagian India (Foto Ilustrasi: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Polisi India melaporkan pada Kamis (28/7/2022), tujuh orang yang sebagian besar petani meninggal dunia akibat tersambar petir di sebuah desa di negara bagian Uttar Pradesh. Jumlah korban meninggal akibat tersambar petir menjadi 49 orang di wilayah itu hanya dalam satu pekan saja.

Para petani sebelumnya telah berlindung di bawah pohon selama hujan muson ketika mereka disambar petir pada Selasa (26/7/2022. Namun petir berlangsung dan sejumlah orang meninggal seketika.

Menurut petugas polisi Hem Raj Meena mengatakan, para korban termasuk empat anggota keluarga dan beberapa penggembala ternak di dekat kota Kaushambi. Musim muson India berlangsung dari Juni hingga September.

Juru bicara pemerintah negara bagian Shishir Singh dengan jumlah korban tewas yang bertambah itu telah mendorong pemerintah untuk mengeluarkan pedoman baru tentang bagaimana orang dapat melindungi diri selama terjadi badai petir.

Baca juga: 18 Juta Petir Menyambar India, Ribuan Orang Tewas

“Orang-orang lebih banyak meninggal karena petir daripada insiden terkait hujan, meskipun ini adalah saat ketika orang (biasanya) meninggal karena banjir atau insiden terkait hujan lainnya,” ujarnya, melansir Daily Sabah, Jumat (29/7/2022).

Advertisement

Kolonel Sanjay Srivastava, yang bekerja di Departemen Meteorologi India, mengatakan petir telah menewaskan hampir 750 orang di seluruh India sejak April. Itu termasuk 20 orang yang meninggal di negara bagian Bihar timur dalam dua hari terakhir dan 16 di negara bagian Madhya Pradesh di India pertengahan awal bulan ini.

Direktur jenderal Pusat Sains dan Lingkungan Sunita Narain mengatakan, pemanasan global berperan dalam meningkatnya jumlah sambaran petir. Kenaikan suhu satu derajat Celcius meningkatkan petir 12 kali lipat.

Srivastava mengatakan, penggundulan hutan, penipisan badan air, dan polusi, semuanya berkontribusi terhadap perubahan iklim yang menyebabkan lebih banyak petir. Sedangkan, Direktur Departemen Meteorologi India J P Gupta menyatakan, badai dan kilat telah meningkat tahun ini karena peningkatan tingkat polusi.

Baca juga: Tersambar Petir Saat Melaut, 4 Nelayan Tewas

“Suhu tanah yang tinggi menyebabkan penguapan dari badan air yang menambah kelembapan ke atmosfer. Kehadiran aerosol akibat polusi udara menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi awan petir untuk memicu aktivitas petir,” kata Gupta.

Lebih dari 200 orang meninggal dalam hujan lebat dan tanah longsor di negara bagian India termasuk Assam, Manipur, Tripura, dan Sikkim. Sementara 42 orang meninggal di Bangladesh sejak 17 Mei dengan ratusan ribu orang mengungsi di musim hujan.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement