Internasional

Pemimpin Al Qaeda Tewas Ditangan Amerika, Kepalanya Dihargai Rp371 Miliar

Published

on

Ayman Al Zawahiri

Pemimpin Al Qaeda Ayman Al-Zawahiri (Foto: AP/MAZHAR ALI KHAN)

FAKTUAL-INDONESIA: Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan telah membunuh pemimpin al Qaeda, Ayman Al-Zawahiri dalam serangan di Afghanistas pada akhir pekan.

Biden menyampaikan pesan itu pada Senin dari Gedung Putih, istana kepresidenan AS. Hal itu menjadi pukulan terbesar bagi al Qaeda sejak pendirinya Osama bin Laden tewas pada 2011 lalu.

Ayman Al-Zawahiri disebut-sebut sebagai dalang serangan 11 September 2001 atau 9/11 di AS yang menewaskan hampir 3.000 orang. Zawahiri merupakan seorang ahli bedah Mesir yang menjadi salah satu teroris paling dicari di dunia.

Bahkan, pihak Amerika membanderol kepalanya senilai US$25 juta atau sekitar Rp371 miliar. Pada satu titik, Zawahiri bertindak sebagai dokter pribadi bin Laden.

Baca juga: Dalam Satu Hari, Arab Saudi Mengeksekusi 18 Pria

Para pejabat AS, yang berbicara secara anonim, mengatakan Zawahiri tewas setelah serangan pesawat tak berawak (drone strike) AS di ibu kota Afghanistan Kabul pada pukul 06:18 (01.48 GMT) pada hari Minggu, melansir Reuters, Selasa (2/8/2022).

Advertisement

Pada Sabtu (30/7/2022), Kementerian Dalam Negeri Afghanistan membantah laporan yang beredar di media sosial tentang serangan drone di Kabul.

Kemendagri Afghanistan mengatakan kepada kantor berita AFP, ada roket yang menghantam rumah kosong di ibu kota tetapi tidak menimbulkan korban.

Meski begitu, Intelijen AS sangat yakin bahwa orang yang tewas adalah Zawahiri, kata seorang pejabat senior pemerintah kepada wartawan.

Baca juga: Polisi Norwegia Tetapkan Pelaku Penembakan di Tempat LGBTQ+ Oslo Teroris Islam Ekstrim

Ayman Al-Zawahiri terbunuh di balkon sebuah “rumah aman” di Kabul yang dia tinggali bersama anggota keluarganya yang lain. Tidak ada korban lain.

Dalam beberapa bulan terakhir, Taliban banyak melarang media untuk meliput setelah terjadi insiden keamanan dan sering menyangkal atau mengecilkan kemungkinan adanya korban.***

Advertisement

Exit mobile version