Connect with us

Internasional

Kalah Hitung Cepat, Mahathir Mohamad Mungkin Akhiri Karir Politiknya

Avatar

Diterbitkan

pada

Mahathir Mohamad kalah hitung cepat di Pemilu Malaysia 2022.(ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Politikus senior Malaysia berusia 97 tahun, Mahathir Mohamad, kalah dalam hitungan cepat Pemilu Malaysia. Hal ini mungkin akan mengakhiri karir politiknya.

Dalam Pemilu Malaysia yang tengah berlangsung, Mahathir menempati posisi keempat dalam hitung cepat. Mengutip AFP, Minggu (20/11/2022), kekalahan ini membuat l Mahathir Mohamad kehilangan kursi parlementernya.

Komisi pemilihan negara mengatakan Mahathir berada di urutan keempat dari lima di daerah pemilihannya yang telah lama dipegangnya di Langkawi. Itu adalah kekalahan elektoral pertamanya dalam lebih dari setengah abad.

Mahathir memegang Rekor Dunia Guinness sebagai ‘perdana menteri tertua di dunia saat ini’ ketika ia menjadi perdana menteri untuk kedua kalinya pada 2018 hanya dua bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-93.

Kali ini dia mencalonkan diri di bawah Partai Pejuang Tanah Air dan menolak saran bahwa dia harus pensiun. Dia sempat memberi tahu wartawan sebelum pemilihan bahwa dia memiliki peluang bagus untuk menang.

Advertisement

“Saya masih berdiri dan berbicara dengan Anda, menurut saya, membuat jawaban yang masuk akal,” kata Mahathir.

Dia menambahkan partainya tidak akan membentuk aliansi dengan partai-partai yang dipimpin oleh ‘penjahat atau penjara’- referensi yang jelas ke Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), partai mantan perdana menteri Najib Razak yang dipenjara.

Sebagai informasi, Datuk Seri Mahathir bin Mohammad adalah seorang politisi Malaysia yang menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia pada 16 Juli 1981 sampai dengan 31 Oktober 2003.

Datuk Seri Mahathir bin Mohammad lahir di Alor Star pada 10 Juli 1925. Datuk Seri Mahathir bin Mohammad dibesarkan di Alor Setar dan berkuliah di jurusan kedokteran.

Sebelum masuk ke dalam parlemen Malaysia, Datuk Seri Mahathir bin Mohammad bergabung dalam partai terbesar yang ada di Malaysia yaitu UMNO (United Malays national Organisation).

Advertisement

Datuk Seri Mahathir bin Mohammad sempat dikeluarkan dari partainya karena terlibat konflik dengan Abdul Rahman. Akan tetapi, ketika Abdul Rahman, berhenti menjadi perdana menteri, Datuk Seri Mahathir bin Mohammad masuk lagi ke partai UMNO dan di promosikan untuk masuk ke kabinet.

Pada tahun 1976, Datuk Seri Mahathir bin Mohammad naik jabatan menjadi wakil perdana menteri sebelum akhirnya menjabat sebagai perdana menteri selama 22 tahun.

Selain menjabat sebagai perdana menteri Malaysia, pada tahun 1981, Datuk Seri Mahathir bin Mohammad juga terpilih untuk menjadi ketua umum di partai UMNO.***

 

Advertisement
Lanjutkan Membaca