Connect with us

Internasional

Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz hingga Batas Waktu yang Belum Ditentukan

Diterbitkan

pada

Selat Hormuz kembali ditutup oleh Iran hingga waktu yang tidak ditentukan. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Iran kembali menutup Selat Hormuz. Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk sementara waktu tanpa menetapkan batas waktu pembukaan kembali. Kebijakan tersebut diambil setelah terjadi insiden yang melibatkan sebuah kapal yang dituduh tidak mematuhi instruksi pelayaran dari otoritas Iran.

Dalam pernyataan yang dikutip media resmi Iran, pada Minggu (11/7/2026), IRGC menyebut sejumlah kapal berusaha melintas melalui jalur yang tidak diizinkan meski telah menerima peringatan untuk mengubah rute menuju jalur pelayaran yang telah ditetapkan. Salah satu kapal juga disebut mematikan sistem operasionalnya sehingga dinilai membahayakan keselamatan navigasi di kawasan tersebut.

Menurut IRGC, aparat kemudian melepaskan tembakan peringatan sebelum akhirnya menghentikan kapal yang bersangkutan.

Pihak IRGC menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut. Penutupan tersebut dikaitkan dengan situasi keamanan di kawasan, termasuk keterlibatan Amerika Serikat yang menurut Iran masih berlangsung.

Otoritas militer Iran juga menyatakan tidak akan mengizinkan kapal melintasi jalur strategis tersebut selama kondisi yang menjadi alasan penutupan belum berubah. Selain itu, Iran memperingatkan akan memberikan respons yang lebih keras apabila terjadi serangan baru terhadap wilayahnya, termasuk dengan menargetkan pangkalan-pangkalan yang dianggap sebagai milik pihak lawan di kawasan.

Advertisement

Iran turut menuding campur tangan pihak asing sebagai pemicu meningkatnya ketegangan. Teheran juga menyatakan Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara yang menjadi lokasi pangkalan militer AS bertanggung jawab atas dampak yang mungkin timbul apabila konflik terus mengalami eskalasi.

Sebelumnya, pada Juni lalu, Iran dan Amerika Serikat diketahui menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik bersenjata yang pecah sejak akhir Februari. Kesepakatan tersebut mencakup penghentian pertempuran, pencabutan blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran, serta pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan internasional.

Namun, dalam beberapa hari terakhir situasi kembali memanas setelah kedua negara saling menuding terkait gangguan terhadap lalu lintas kapal niaga di Selat Hormuz. Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangan ke sejumlah sasaran di Iran, sementara Teheran membalas dengan menyerang sejumlah aset milik AS di kawasan Timur Tengah.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi lintasan utama distribusi minyak mentah dan gas alam dari kawasan Teluk menuju pasar global. Penutupan jalur ini berpotensi mengganggu rantai pasok energi internasional dan memicu gejolak di pasar minyak dunia.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement