Internasional

76 Tahun Bom Nagasaki: Jepang, AS dan Rusia didesak Hilangkan Senjata Nuklir

Published

on

Bom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki Jepang sangat dahsyat dan menewaskan ribuan orang tahun 1945 lalu

Bom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki Jepang sangat dahsyat dan menewaskan ribuan orang tahun 1945 lalu

FAKTUALid – Wali Kota Nagasaki Tomihisa Taue mendesak mendesak pemerintah Jepang, Amerika Serikat dan Rusia berbuat lebih banyak untuk menghilangkan senjata nuklir. Desakan itu dilontarkan Taue dalam pidato peringatan 76 tahun serangan bom atom oleh Amerika di kota Nagasaki saat perang Dunia II.

Dalam pidatonya di Taman Perdamaian Nagasaki, Wali Kota Tomihisa Taue mendesak pemerintah Jepang agar memimpin upaya dalam menciptakan zona bebas nuklir di Asia Timur Laut, daripada berada di bawah payung nuklir AS. Pernyataan itu mengacu pada janji AS untuk menggunakan senjata nuklirnya untuk membela negara-negara sekutunya.

Taue juga, seperti dilansir voaindonesia.com, menyerukan kepada Amerika Serikat dan Rusia yang memiliki persenjataan terbesar sejauh ini, untuk berbuat lebih banyak bagi perlucutan senjata nuklir, sementara dia menyuarakan keprihatinan bahwa negara-negara nuklir telah mundur dari upaya perlucutan senjata, dan justru membuat senjata nuklir lebih canggih.

Pada pukul 11:02, saat pesawat pengebom B-29 menjatuhkan bom plutonium, para korban selamat Nagasaki dan peserta lain dalam upacara itu mengheningkan cipta selama satu menit untuk menghormati lebih dari 70.000 nyawa yang melayang.

Pengeboman pada 9 Agustus 1945 itu terjadi tiga hari setelah Amerika Serikat melakukan serangan bom atom pertama di dunia di kota Hiroshima, menewaskan 140.000 orang. Jepang menyerah pada 15 Agustus, mengakhiri Perang Dunia II. ***

Advertisement

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version