Hukum

Kerusuhan di Kalibata, 9 Kios dan Kendaraan Terbakar

Published

on

Kerusuhan di Kalibata, 9 Kios dan Kendaraan Terbakar

Suasana kawasan Kalibata pada Kamis malam usai kerusuhan. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Situasi mencekam terjadi di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan pada Kamis malam (11/12/2025) akibat pengeroyokan terhadap dua debt collector atau mata elang memicu aksi balasan dari sekelompok massa.

Kericuhan tersebut berakhir dengan pembakaran fasilitas warga, termasuk sembilan kios dan enam sepeda motor yang hangus dilalap api.

Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengatakan petugas mendapati deretan kios dan kendaraan sudah terbakar ketika tiba di lokasi. Selain sepeda motor, satu unit mobil juga tak luput dari kobaran api.

“Objek terbakar mencakup sembilan kios, enam kendaraan roda dua, dan satu kendaraan roda empat,” ujar Asril, Jumat (12/12/2025).

Baca Juga : Di Tengah Kerusuhan yang Menelan Korban Ratusan Tewas, Presiden Samia Suluhu Hassan Dinyatakan Menang Pemilu 98%

Kebakaran terjadi di Jalan H Mahmud Raya Blok Langgar Nomor 1, Duren Tiga, Pancoran, tak jauh dari Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata yang dikenal sebagai kawasan dengan lalu lintas padat. Lokasi yang dekat dengan permukiman dan area usaha membuat api cepat menjalar sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.

Advertisement

Dugaan awal menunjukkan penyebab kebakaran berasal dari tindakan pembakaran yang dilakukan massa menggunakan bensin. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai Rp 273 juta, mencakup bangunan kios, deretan kendaraan, hingga peralatan usaha warga.

Untuk memadamkan api, Gulkarmat mengerahkan 49 personel beserta enam unit pompa, dua unit quick response, satu unit watermist bintara, dan satu unit mobil Komando 401.

Kericuhan ini bermula dari pengeroyokan dua mata elang di lokasi yang sama. Satu korban tewas di tempat, sedangkan satu lainnya mengalami luka berat. Informasi tersebut memicu kedatangan sekelompok massa yang diduga merupakan rekan atau kelompok dari para korban.

Baca Juga : Polda Pastikan, Tidak Ada Anak yang Ditahan Usai Kerusuhan Akhir Agustus

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengungkapkan massa melampiaskan kemarahan mereka dengan merusak fasilitas warga.

“Akibat pengeroyokan yang menyebabkan satu meninggal dunia dan satu luka berat, tiba-tiba ada sekelompok massa yang datang setelah Magrib. Mereka langsung merusak karena kejadian pengeroyokan terjadi di sini,” ujarnya saat meninjau lokasi.

Advertisement

Nicolas menambahkan massa menyerang secara agresif dan tidak terarah, membuat kios dan motor warga menjadi sasaran amukan. “Diduga ini kelompok mereka (korban matel) yang datang membabi buta, merusak warung yang ada di sini,” katanya.

Saat ini, polisi masih mendalami identitas para pelaku pengeroyokan maupun massa yang melakukan pembakaran. Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan rangkaian peristiwa serta kemungkinan keterkaitan antarinsiden.***

Exit mobile version